Hikayat Dunia

Kita hanya pengumpul remah-remah | Dari khazanah yang pernah ada | Kita tak lebih hanya penjaga | Dari warisan yang telah terkecai ||

Kamis, 29 Desember 2011

Semalam tang Kedai Kopi Oghang Putéh

Tok Daod malam semalam mberé'kan sikit masok'an, cammane kalau Tok Moh mendarma-baktikan diri' tang Kampong Halaman ja'. Abés-lah Tok Moh kena' kumbah oleh Tok Daod: pasal nyemarakkan budaye lah, pasal hini lah, pasal hitu lah, pokoknye belonggok-lah. Tok Moh cuman bise hanggok-hanggokkan kepala' ja'. Dalam ati Tok Moh bekate, "Hai..., awak tu baru' setaon dua' taon tang Tanah Betawi ni, udah jadi Mantri Sunték pula' tang kampong awak sana', jadinye...

Sabtu, 24 Desember 2011

Selamat Jalan, Pamanda

Selamat jalan, Paman-ku Selamat jalan, Pak Mude-ku Selamat jalan wahai Adiknya Almarhum Ayah-ku Selamat jalan, Guru-ku Selamat jalan, Pak Andak Hanya do'a yang bisa Ananda panjatkan dari jauh di Negeri Orang Untaian ilmu, nasihat, dan petuahmu selalulah terngiang-ngiang di semesta pendengaran, mengiringi langkah kaki ini yang kadang gontai terseok-seok di kaki langit peradaban Senyum dan candamu masih lekat bersama debur hidup ini yang masih...

Senin, 19 Desember 2011

Dikaulah Borneo

Ketika kalam menggoreskan Borneo, maka dikaulah Borneo itu Pun di saat lisan terucap Borneo, dirimulah jua gerangan adanya Semesta rasa hanya ada namamu, Borneo Selaksa rindu hanyalah tertuju kepadamu Bukanlah jarak yang menjadi beban, melainkan lebih karena menanggung rindu - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Hanafi Mohan Ciputat, 10 - 18 Desember 2011 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Tulisan ini sebelumnya...

Sabtu, 19 November 2011

Kalbu yang Damai

Wahai jiwa yang tenang, jangan kau hitung gerimis itu, jangan kau hitung tetesan hujan itu, jangan kau hitung... Wahai hati yang lapang, jangan kau kenang yang sudah-sudah, jangan kau perturutkan gundah gulana dan gelisah, jangan... Wahai kalbu yang damai, biarkanlah lonceng itu berdentang seperti semula, kadang ia gaung bergema, kadang pula lirih mengalir di persada rasa Wahai sukma yang sentausa, jikalau telah ter'azamkan butiran...

Sabtu, 12 November 2011

Mozaik Borneo

"Tahun 400 Zaman Mulawarman". [termaktub pada Batu Bertulis di Kutai Lama (batas Samarinda), tulisannya di dalam Bahasa Sanskrit] "Senkala Tahun 110. Hidup Mati. Suwarga." [termaktub pada Batu Bertulis (masyarakat setempat menyebutnya “Monggo Bata”) di Sanggau (Borneo Barat)] Sekitar tahun 400 Masehi, Borneo telah memasuki zaman sejarah dengan ditemukannya Prasasti Yupa peninggalan Kerajaan Kutai. Tiga kerajaan besar di Bumi Borneo yaitu:...

Kamis, 03 November 2011

Menulis Bagai Menyusun Puzzle

Menelusuri jejak langkah yang membekas di jalan setapak demi setapak dengan cara menulis, sambil mengumpulkan puzzle yang telah terserak tercerai berai entah ke mana. Menulis itu bagaikan menyusun puzzle yang ada di dalam pikiran. Dengan menulis, maka puzzle yang tercerai-berai itu tersusun menjadi sesuatu yang berarti. Yang pertama harus ditulis adalah menulis itu sendiri. Ketika huruf pertama tergores, maka akan terus bermunculan huruf-huruf...

Jumat, 28 Oktober 2011

Kepada Borneo

Di manakah suaramu, Borneo? Yang alamnya menjelma musik terindah Parasmu nan rupawan tunjukkanlah wahai tanah yang dihiasi rimbunan hijau paru-paru dunia Masihkah damai menyertaimu, wahai bumi bertuah? Sesyahdu gemerisik aliran sungai-sungaimu yang panjang nan lebar Duhai tanah yang terberkahi, dapatkah lagi kupandang tatapan lazuardi pagimu yang menyemangati hari? Hangatnya mentari khatulistiwamu hingga kini tetap terasa membelai sanubari Suatu...

Minggu, 23 Oktober 2011

Seloka Dirgahayu Khatulistiwa Negeri

Dengan Bismillah kalam dibuka Ketika fajar menerangi mata Mentari khatulistiwa negeri bercahaya Perahu Kakap masuki muara Ketika fajar menerangi mata Dari Mempawah rombongan bertolak Perahu Kakap masuki muara Walaupun sungai berolak-olak Dari Mempawah rombongan bertolak Susuri Kuale perahu bergerak Walaupun sungai berolak-olak Niat yang suci tetaplah tegak Susuri Kuale perahu bergerak Biduk dikayuh memecah ombak Niat yang suci tetaplah tegak Hinggalah...

Minggu, 16 Oktober 2011

Kesuma Bahari

Satu yang tak pernah diketahui langit terhadap laut Zikir yang tak pernah harapkan balas Setia bertasbih hingga di ujung senja Walau taufan badai menghantam-hantam Berlari-lari anak negeri bertabur-biar Ketika petaka tak kunjung usai Silang-sengkarut semakin berpanjang-lebar Racau-meracau tak tentu arah Setelah lama tertidur lelap Ketika bangun, lalu mengigau Bukan mengaum bangkit meradang Malah terlupa asalnya diri Wahai putera bunda kesuma...

Sabtu, 10 September 2011

Wahai Askar Setia

Engkaulah rajawali yang kepakkan sayap jelajahi dunia../ Rentasi ruang lintasi waktu zaman berzaman../ Tamaddun agung engkau tegakkan di segenap negeri../ Kuasa zalim engkau halau, engkau hancur luluh-lantakkan../ Masih terdengar derap langkah para askarmu yang gagah perkasa berjuang tegakkan marwah../ Masih terlihat Penjajab dan Pencalang membelah Laot Champa, Selat Melake, dan Selat Karimate../ Ketika Lela Rentaka mengoyak armada musuh yang...

Jumat, 26 Agustus 2011

Pantun Menyambut Hari Raya 'Aidil Fithri

Kalau menyulam Si Kain Sari../ Benangnya emas indah berkilauan../ Tak lama lagi 'Aidil Fithri../ Salah dan Khilaf mohonlah dima'afkan../ - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -   Hanafi Mohan  Ciputat, Jum'at 26 Ramadhan 1432 H / 26 Agustus 2011 M 17:18 WIB - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -   Sumber Gambar: http://www.panoramio.com/   Tulisan ini dimuat di:...

Minggu, 31 Juli 2011

Senja Sya'ban Malam Ramadhan

Jingga di senja Sya'ban ini sebentar lagi pergi Lambat laun digantikan malam Ramadhan Esok pagi fajar baru 'kan hadir, gantikan fajar silam yang telah berlalu Tinggallah senyap, tinggallah sepi Memutar tasbih lirihkan zikir Arahkan kemudi ubah haluan Arungi samudera yang masihlah berombak - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Hanafi Mohan Ciputat, Minggu 31 Juli 2011 06:30 WIB - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - : :...

Sabtu, 09 Juli 2011

Cempaka Permata Nila

Kembang Anggrek seumpama Mawar Berduri Nampak elok sukar disunting Bunga Kenanga berbau menusuk bak dari pelimbahan Menyesak masuk hingga ke dalam Ke manakah lagi perginya hamba abdi, di dunia tinggallah sendiri Mengembara bak sufi berkelana Bagai kaki tak menjejak tanah, sukma terlepas dari badan Terasa sukar umpama duri ditarik dari sutra basah Kalaulah pedang mengancam nyawa, hamparkanlah taburan bebunga Agar dapat hirup lagi aroma hidup Jikalau...

Minggu, 26 Juni 2011

Akhir Musim Dingin

Di hari-hari terakhir musim dingin, sebelum musim dingin terakhir Tinggallah cerita satu sama lain Cerita yang tak tahu bermulanya, dan tiba-tiba berakhir Ketika ingin menghabiskan waktu yang indah bersama hadirnya fajar pagi Gelisah terseok-seok di kaki langit Sepanjang hari hingga menemui semburat senja merah jingga Lama terpaku hingga memendar beribu-ribu warna Syahdu terasa walau sejenak bersamanya Apakah aku harus pergi tanggalkan semua...

Sabtu, 25 Juni 2011

[Puisi Twit] #AkhirMusimDingin4

)> hanafimohan Di sepanjang jalan, banyak orang yang akan kembali pulang, #AkhirMusimDingin4 @syachranie_ )> syachranie_ Meski melalui jalan yg tak sama dgn pergi RT"@hanafimohan: Di sepanjang jalan, banyak orang yang akan kembali pulang, #AkhirMusimDingin4 )> hanafimohan Wlaupun kaki mlangkah jauh mmutar mlintasi jln stapak demi stapak, RT @syachranie_ Mski mlalui jln yg tak sama dgn pergi, #AkhirMusimDingin4 )> syachranie_ Tjuan...

[Puisi Twit] #AkhirMusimDingin3

)> hanafimohan Tafakur hamba mngharapkan hadirny keajaibn dari Sang Pemilik Kehidupn, #AkhirMusimDingin3 , @syachranie_ )> syachranie_ Di tiap ruas jari ku ada nama mu RT @hanafimohan: Tafakur hamba mngharapkan hadirny keajaibn dari Sang Pemilik Kehidupn, #AkhirMusimDingin3 )> hanafimohan Umpama kaki langit dan lautan yang tak bersempadan, RT @syachranie_ Di tiap ruas jariku ada nama mu, #AkhirMusimDingin3 )> syachranie_ Berhias...

Rabu, 22 Juni 2011

[Puisi Twit] #AkhirMusimDingin2

)> hanafimohan Pd musim dingin terakhir, org-org lari mnyembunyikn diri, #AkhirMusimDingin2 @syachranie_ )> syachranie_ Entah mengapa aq msh disini dan terus sndiri RT @hanafimohan: Pd musim dingin terakhir, org-org lari mnyembunyikn diri, #AkhirMusimDingin2 )> hanafimohan Ktika sdang brjalan & brsmbunyi sndiri dgn cpat ke dlm hatiny, RT @syachranie_ Entah mngapa aq msh disini & trus sndiri, # AkhirMusimDingin2 )> syachranie_...

Selasa, 21 Juni 2011

[Puisi Twit] #AkhirMusimDingin

)> hanafimohan - Di hari-hari terakhir musim dingin, sebelum musim dingin terakhir - Tinggallah cerita satu sama lain #AkhirMusimDingin >>> @syachranie_ )> syachranie_ Cerita tak tau mulanya - dan tiba berakhir RT @hanafimohan: - Di hari-hari terakhir musim dingin, #AkhirMusimDingin >> )> hanafimohan Ketika ingin mnghabiskn wktu yg indah brsama hadirny fajar pagi, RT @syachranie_ Cerita tak tau mulanya #AkhirMusimDingin )>...

Minggu, 19 Juni 2011

#Pansai [Bebahase Melayu Pontianak di Twitter]

>> hanafimohan Sangkelah dah pansai, rupenye lom.. @syachranie_ @ezakkacax @pak_tehMaMau @wid_do @fauziahsyauz @FikieAyank , #kancai #Pansai 9 Jun Favorite Reply Delete >> syachranie_ Ape ee yg pansai...?RT @hanafimohan: Sangkelah.. @ezakkacax @pak_tehMaMau @wid_do @fauziahsyauz @FikieAyank , #kancai #Pansai 9 Jun Favorite Undo Retweet Reply >> hanafimohan Nasi’ Kebuli ni ha,kuater ja’ pesai. RT @syachranie_ Apeny...

Kamis, 16 Juni 2011

[Bahase Melayu Pontianak via Twitter] #Berungot

>> hanafimohan Asalkan jgn berungot-rungot ja' #Berungot 7 Jun Favorite Reply Delete >> syachranie_ Pantas lh taq nmpak sine' upe ee,,ape di ungot ney,,,hmmm RT @hanafimohan: Asalkan jgn berungot-rungot ja' #Berungot 7 Jun Favorite Retweet Reply >> hanafimohan Ndak bah, budak2 ni tx tntu pasal ape ja' yg dicakapkn RT @syachranie_ Pantas lh taq nmpak sine' upe ee,,ape di ungot ney,,,hmmm' #Berungot 7 Jun >> syachranie_...

Senin, 13 Juni 2011

[Cerobongkat] "Alejandro Kebuloghan"

Pagi-pagi sekali, atau kalau orang Melayu mbilangkannye tu “pagi-pagi buta’”, tibe-tibe dari dalam suatu ghumah tedengar orang age’ tepekek jeghet alias tepekek kaong, “Kebuloghaaan… !!! Ooouuuugghhhh ….” Selidik punye selidik, tenyate TKP (Tempat Kejadian Pekare) ni di rumahnye Alejandro bin Augusto. Yang beteriak tepekek kaong tu tak laen dan tak bukan adelah Alejandro. Marimar betanya', "Alejandro, benarkah dirimu kebuloghan...???" Lalu dijawab...

Selasa, 10 Mei 2011

Cerobong: “Tesangkot di Cempedak Bengas” (Bagian - 1)

Alkisah, idoplah seorang anak manusie di Negeri Cempedak Bengas. Dengar punye dengar, tenyate namenye tu Jema'en. Setelah disusor galor, tenyate Jema'en ni anak dari Pak Tanggok, dan cucu' dari Tok Kaye Buang. Jadi, name lengkap Jema'en ni kalau pakai "bin" (ciri khas Orang Melayu kan namenye tu pakai "bin") yaitu: Jema'en bin Tanggok bin Buang. Jema’en ni punye kawan kareb, namenye Seman. Istilah Orang Melayu, dua’ orang sahabat ni dah setido’...