Rabu, 04 Februari 2015

Soal Nama Negeri Kita


Ihwal nama negeri kita (Pontianak), bukan kali ini saja menjadi persoalan. Sudah sejak dulu perihal tersebut menjadi bahan perbincangan. Berbagai macam pihak pun telah mendedahkan pemahamannya dengan perspektif beraneka rupa. Namun dari sekian banyak pendedahan tersebut, satu yang dilupa (atau memang sengaja dilupakan demi membantah pemahaman yang berseberangan), yaitu mengenai makna harfiah dari kata "pontianak" tersebut dalam Bahasa Melayu. Bukannya mengurai makna harfiahnya lalu membedahnya dengan pisau sejarah, melainkan kebanyakannya lari dari makna harfiahnya kemudian bermain pada kata serta makna yang sebenarnya tak dikenali serta tak dipahami betul oleh rakyat Pontianak sendiri.

Tak ada lain makna dari kata "pontianak" selain dari bermakna hantu. Atau makna lebih spesifiknya yaitu hantu perempuan yang meninggal dunia waktu melahirkan.

Belakangan ini kiranya ramai yang berpendapat ini dan itu mengenai asal usul dan makna nama "pontianak" kaitannya dengan Negeri Pontianak. Tapi apakah semua yang didedahkan itu betul-betul dipahami oleh masyarakat Pontianak? Tentu tak semuanya itu dimengerti, bahkan sama sekali tak terpahami. Apa pasal demikian adanya? Karena apa-apa yang dinyatakan itu tak ada dalam memori kolektif masyarakat Pontianak. Bahkan dapat dikatakan cenderung sesuatu yang asing.

Perspektif apapun itu sepatutnya mendekat kepada kosmologi masyarakatnya, bukan malahan menjauh. Bagaimana mungkin memaknai nama suatu negeri jika pemaknaan tersebut asing di alam pikiran masyarakatnya.

Tebiat semau-maunya berkaitan dengan pemaknaan dimaksud tentu tidaklah sepatutnya dilakukan. Nama adalah identitas. Jatidiri suatu negeri setidak-tidaknya nampak dari nama negeri itu. Begitu pula makna dari nama negeri tersebut.

Sebagai seorang Budak Pontianak, rasa-rasanya saya tak sampai hati dengan tindakan barbar yang dilakukan pihak-pihak berkaitan dengan nama dan makna nama negeri tanah kelahiran saya, Negeri Pontianak. Sungguhpun begitu, bukan pada tempatnya juga saya menggarami lautan.

Terlepas dari bermacam perspektif yang telah didedahkan berbagai pihak, kiranya tulisan ini hanya coba mengajak sesiapapun putera-puteri Negeri Pontianak untuk lebih mengedapankan akal sehat ketika mengungkapkan nama dan makna negeri yang kita cintai ini. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai kosmologi masyarakat Pontianak tentu patut pula tak boleh diabaikan. Begitupun berbagai sumber jangan serta merta disisihkan. Yang harus ditimbang juga, bahwa setiap perspektif yang didedah itu tak sedikit yang menjadikannya sebagai informasi untuk dipedomani. #*#


Hanafi Mohan
Tanah Betawi, 18-31 Januari 2015



** Sumber gambar ilustrasi: Peta Pontianak dari Google Maps yang dimuat di Laman Blog Yudhihendros
Reaksi:

0 ulasan:

Posting Komentar