Jumat, 06 Februari 2015

Menyikapi Dilema di Negeri Pontianak


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Salut terhadap upaya generasi negeri saat ini, yang peduli dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) yang pada zaman dahulu pernah mengantarkan negeri ini meraih kejayaannya. Terlihat geliat semangat ada pada para generasi muda negeri yang gigih menelusuri jejak sejarah kebesaran para leluhur di bumi bertuah ini. Bagaimana kita dapat menghargai semuanya ini, jika kita buta dan tidak mau peduli terhadap apa-apa yang terjadi saat ini.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa rekam jejak sejarah kaum negeri ini mengalami berbagai upaya pemalsuan sejarah. Dengan tujuan dan alasan tertentu, yang positif maupun negatif. Misalnya untuk menyamarkan agar tidak terjadi perusakan dan pemusnahan. Namun tampaknya banyak pula upaya pemalsuan sejarah dengan tujuan untuk menghapus akar sejarah dan jati diri suatu kaum.

Jika jati diri menjadi lemah dan tidak jelas, tentunya akan menjadi pribadi yang lemah dan terombang-ambing dalam dinamika dunia. Menjadi bangsa primitif, tidak mempunyai prinsip tegas dan jelas, serta menjadi bangsa miskin. Bangsa yang kehilangan arah dan tujuan, karena merasa tak ada sesuatu nilai orisinil yang bisa dibanggakan. Nasionalisme pun akan menjadi lemah kemudian benar-benar runtuh.

Menyikapi dilema yang terjadi saat ini di Bumi Bertuah Khatulistiwa. Semoga menjadi suatu pembelajaran bagi Anak Negeri.

Wassalaamu 'alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.



Syarifah Jamilah binti Sayyid Harun Al-Haddad (Guru SD)
Negeri Pontianak, Kamis 5 Februari 2015



** Gambar ilustrasi adalah Bendera Negeri Pontianak

Selengkapnya.....

Rabu, 04 Februari 2015

Soal Nama Negeri Kita


Ihwal nama negeri kita (Pontianak), bukan kali ini saja menjadi persoalan. Sudah sejak dulu perihal tersebut menjadi bahan perbincangan. Berbagai macam pihak pun telah mendedahkan pemahamannya dengan perspektif beraneka rupa. Namun dari sekian banyak pendedahan tersebut, satu yang dilupa (atau memang sengaja dilupakan demi membantah pemahaman yang berseberangan), yaitu mengenai makna harfiah dari kata "pontianak" tersebut dalam Bahasa Melayu. Bukannya mengurai makna harfiahnya lalu membedahnya dengan pisau sejarah, melainkan kebanyakannya lari dari makna harfiahnya kemudian bermain pada kata serta makna yang sebenarnya tak dikenali serta tak dipahami betul oleh rakyat Pontianak sendiri.

Tak ada lain makna dari kata "pontianak" selain dari bermakna hantu. Atau makna lebih spesifiknya yaitu hantu perempuan yang meninggal dunia waktu melahirkan.

Belakangan ini kiranya ramai yang berpendapat ini dan itu mengenai asal usul dan makna nama "pontianak" kaitannya dengan Negeri Pontianak. Tapi apakah semua yang didedahkan itu betul-betul dipahami oleh masyarakat Pontianak? Tentu tak semuanya itu dimengerti, bahkan sama sekali tak terpahami. Apa pasal demikian adanya? Karena apa-apa yang dinyatakan itu tak ada dalam memori kolektif masyarakat Pontianak. Bahkan dapat dikatakan cenderung sesuatu yang asing.

Perspektif apapun itu sepatutnya mendekat kepada kosmologi masyarakatnya, bukan malahan menjauh. Bagaimana mungkin memaknai nama suatu negeri jika pemaknaan tersebut asing di alam pikiran masyarakatnya.

Tebiat semau-maunya berkaitan dengan pemaknaan dimaksud tentu tidaklah sepatutnya dilakukan. Nama adalah identitas. Jatidiri suatu negeri setidak-tidaknya nampak dari nama negeri itu. Begitu pula makna dari nama negeri tersebut.

Sebagai seorang Budak Pontianak, rasa-rasanya saya tak sampai hati dengan tindakan barbar yang dilakukan pihak-pihak berkaitan dengan nama dan makna nama negeri tanah kelahiran saya, Negeri Pontianak. Sungguhpun begitu, bukan pada tempatnya juga saya menggarami lautan.

Terlepas dari bermacam perspektif yang telah didedahkan berbagai pihak, kiranya tulisan ini hanya coba mengajak sesiapapun putera-puteri Negeri Pontianak untuk lebih mengedapankan akal sehat ketika mengungkapkan nama dan makna negeri yang kita cintai ini. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai kosmologi masyarakat Pontianak tentu patut pula tak boleh diabaikan. Begitupun berbagai sumber jangan serta merta disisihkan. Yang harus ditimbang juga, bahwa setiap perspektif yang didedah itu tak sedikit yang menjadikannya sebagai informasi untuk dipedomani. #*#


Hanafi Mohan
Tanah Betawi, 18-31 Januari 2015



** Sumber gambar ilustrasi: Peta Pontianak dari Google Maps yang dimuat di Laman Blog Yudhihendros
Selengkapnya.....

Minggu, 18 Januari 2015

Negare Mawas


Negare paléng burok di atas dunie ni adelah negare yang suke mutar-balék’kan kenyatean sejarahnye. Dan ramai ga’ rakyatnye yang ngaminkan, ngiyekan, dan ngikoték ape-ape yang disuarekan, dinyatekan, ataupon dituléskan oleh negare tesebot bekaétan dengan sejarah yang sengaje-sengaje diputar-balék’kan itu. Make tepujilah Sultan Hamid II yang dah ngingatkan kamék-kamék rakyatnye éhwal negare paléng burok dimaksod dalam banyak penyatean pade Pleidoi-nye.

Satu pesatu penyakét pekong negare tesebot betimbolan (dah dari dolok-dolok sebenarnye bepenyakét pekong ni). Dah tinggal nunggu Beruwah Makan Bubor Kacang ja' ni nampak-nampaknye.

Negare telalu besa' nabau, selak pajoh nak mampos. Ujong-ujongnye jadi lingau-lingau nak ngurosnye. Pegang yang ini, salah. Pegang yang itu, salah. Dah macam Mawas agék manjat Pokok Asam, tamak bukan name.

Patotlah ramai yang nyebotnye "Negare Mawas". Camtu rupe tebé'atnye.

Sa'at ini die mang maséh kuat bepegang, soalnye maséh ade bende nak diramunye tang atas pokok tu. Ari ribot pon tak jadi soal katenye, asalkan segale macam khazanah tang atas pokok tu maséh dapat diambé'nye. Tangan megang, kaki megang, mulot megang, ékok megang. Banyak die meraéh. Mang lah negare mawas ni.

Angén sepoi-sepoi yang biasenye mbuat die teléne. Senang bukan maén kena' puji sana' siné', disebot-sebot sebagai negare bependudok mayoritas muslim yang paléng demokratis lah, negare paléng kaye se-dunie pewayangan lah, negare paléng luas se-dunie antah berantah lah, negare hini lah, negare hitu lah, banyaklah dah gelarnye kena' kasi' tu. Padehal ape ade, hampe makne semuenye. Tang tehugah-hugah ja', padehal kosong teperuang tadak ade isi'nye. #‎NegareMawas‬


Hanafi Mohan
Tanah Betawi, 25-27 Rabi'ul Awwal 1436 H,
betepatan dengan 16-18 Januari 2015 M



*Catatan ini ditulés dalam Bahase Melayu Loghat Pontianak*

Sumber gambar ilustrasi: Dari siné' dan juga' dari siné'


Selengkapnya.....

Selasa, 06 Januari 2015

#Bedabol Éhwal Masyarakat Melayu

Video ini merupakan percakapan dua orang Budak Pontianak yang sedang merantau di Tanah Betawi. Merupakan kelanjutan dari video sebelumnya yang bertajuk #Bedabol (Pasal 1: Éhwal Bahase). Dalam Bahasa Melayu Pontianak, percakapan yang seperti ini biasanya disebut "bedabol". Secara harfiah, makna dari "bedabol" yaitu percakapan/perbincangan tanpa tema yang spesifik. Tiap video #bedabol ini menggunakan istilah "pasal" (Pasal 1, Pasal 2, dan seterusnya) lengkap dengan tajuk masing-masing pasal yang dimaksud. Bedabol kali ini merupakan bedabol pasal 2. Tajuk yang diperbincangkan yaitu mengenai Masyarakat Melayu yang tersebar di serata Alam Melayu/Kepulauan Melayu, bahkan tersebar hingga ke serata tempat di dunia ini, serta kait mengait dengan ihwal lainnya. Percakapan ini dalam Bahase Melayu Pontianak/Bahasa Melayu Dialek Pontianak/Bahasa Melayu Logat Pontianak. Selamat menyaksikan. Tulisan terkait: #Bedabol Éhwal Bahase Selengkapnya.....

Rabu, 31 Desember 2014

Pelatéhan Éhwal Melayu dan Milad CBMKB ke-4 Taon


Berikot ini merupekan rangkaian kegiatan nyemarak’kan Milad CBMKB ke-4 Taon

{1} Pelatéhan Éhwal Melayu

* Waktu : Juma’at, 19 Rabi’ul Awwal 1436 H / 9 Januari 2015 M, jam pukol 7.30 (lepas Sembayang ‘Ise) – 11.30 malam WNP (Waktu Negeri Pontianak)

* Tempat : Di Aula SMP BP Haruniyah, Tanjong Raye I, Jalan Haji Abu Na’im, Kampong Tambelan, Negeri Pontianak, Borneo Barat


/ Pensyarah /

# Donny Iswara [Pentadbir Sejarah Kalimantan Barat] :
- Sejarah dan Tamaddon Bangse Melayu
- Kedaulatan Budaye dan Kedaulatan Politik


# Hanafi Mohan [Pentadbir Cinte Bahase Melayu KALBAR (CBMKB)] :
- Budaye Melayu Sebagai Kekuatan Bangse
- Bahase dan Sastera Melayu
- Nulés Kampong Halaman Sorang dengan Care Pandang Budak Melayu


# Hendry Avenus [Bujang Pontianak 2004 & Bujang Kalbar-FBBK 2005] dan Yusni [Pegiat Tanjak & Kerajénan Tangan Melayu] :
Khazanah Pakaian Melayu


Pendaftaran melaluék SMS dituju ke salah satu Nomor Kontak yang ade di akhér kiréman ini, dengan format SMS: Kode Pendaftaran, Name Lengkap, Jenés Kelamén, Bangse, Bahase Ibu', Umor, Alamat. Contoh: PEM, Siti Nurhaliza, Puan-puan, Melayu, Melayu Pontianak, 21, Negeri Pontianak. Atau: PEM, Ahmad Jaéz, Laki-laki, Melayu, Melayu Sintang, 23, Negeri Sintang.

= - = - = - = - = - = - =

{2} Milad CBMKB ke-4 Taon, dengan tajok “Memartabatkan Bahase Melayu

* Waktu : Sabtu, 20 Rabi’ul Awwal 1436 H / 10 Januari 2015 M, jam pukol 7.30 (lepas Sembayang ‘Ise) – 11.30 malam WNP (Waktu Negeri Pontianak)

* Tempat : Di Aula SMP BP Haruniyah, Tanjong Raye I, Jalan Haji Abu Na’im, Kampong Tambelan, Negeri Pontianak, Borneo Barat


/ Acare /

# Pendedahan Éhwal Budaye dan 'Adat Isti'adat Melayu, Ubong-Kaétnye dengan Islam (Oleh: Al-Ustadz Burhansyah H.M. Yunus Mohan, S.Ag., M.Pd/Ketue Yayasan Pesantren Haruniyah)

# Dirangkai dengan : Orasi Budaye, Pembacean Sajak, Syair Melayu, Panton, Peluncoran Logo CBMKB, serte beberape petunjok'an Seni Budaye Melayu

= - = - = - = - = - = - =

Bagi yang beminat nak ngikot serte "Pelatéhan Éhwal Melayu dan Milad CBMKB ke-4 Taon", untuk informasi lebéh lengkapnye silekan dapat ngubongék Penyelenggare melaluék: Syahrani Zainuddin (082148021820), Iswansyah Mohan (085391905511), Dony Oesman (085386551622), Badarudin Mohan (081345433077), Donny Iswara (08125768852), atau boléh ga’ melaluék Grup Facebook “Cinte Bahase Melayu KALBAR (CBMKB)

= - = - = - = - = - = - =

Tabék

Pentadbir CBMKB



= Milad CBMKB ke-4 Taon =
(4 Shafar 1432 H / 9 Januari 2011 M – 9 Januari 2015 M)



Sumber: Dokumen Grup Facebook “Cinte Bahase Melayu KALBAR (CBMKB)

Sumber gambar: Gambar Sampul Grup Facebook "Cinte Bahase Melayu KALBAR (CBMKB)"



Selengkapnya.....