Minggu, 16 Oktober 2011

Kesuma Bahari


Satu yang tak pernah diketahui langit terhadap laut
Zikir yang tak pernah harapkan balas
Setia bertasbih hingga di ujung senja
Walau taufan badai menghantam-hantam

Berlari-lari anak negeri bertabur-biar
Ketika petaka tak kunjung usai
Silang-sengkarut semakin berpanjang-lebar
Racau-meracau tak tentu arah

Setelah lama tertidur lelap
Ketika bangun, lalu mengigau
Bukan mengaum bangkit meradang
Malah terlupa asalnya diri

Wahai putera bunda kesuma bahari
Bakti dan sembah laksana jauhari
Terang benderang menyengat mentari
Surya gemilang khatulistiwa negeri

Kesuma bahari setia amanah
Janji telah meluncur melesat bak panah
Tetaplah berjalan di jalur rahmah
Yang telah ter’azam pegang teguhlah

Ananda perwira putera ibunda
Kelana penuhi titah ayahanda
Handai dan taulan jauhlah di sana
Tanah leluhur kita selalulah dijaga

Sabda pemangku negeri bertuah
Tetaplah bergaung wahai pejuang
Terbujur lalu melintang patah
Sehinggalah tamaddun tinggi menjulang

Titah Tuanku Sultan masihlah bergema
Adil dan bijaksana memangku negeri
Amanah dan janji di Balairung Istana
Tempatnya kini masihlah terjejaki

Kencana cahayanya negeri bermarwah
Putera Kesuma Bahari jelmalah askar
Peperangan yang dulu usailah sudah
Kini semangatmu terus kobarlah kobar


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hanafi Mohan
Jakarta, 9 - 16 Oktober 2011
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Puisi ini sebelumnya telah dijadikan sebagai Update Status Twitter @hanafimohan dengan HashTag #KesumaBahari.

Sumber Gambar:

- http://melayuonline.com/ind/history/dig/386
- http://www.wisatamelayu.com/id/tour/244-Istana-Kadriah-Kesultanan-Pontianak/navcat
- http://www.wisatamelayu.com/id/tour/245-Masjid-Jami-Sultan-Abdurrahman/navcat

Tulisan ini dimuat di: http://hanafimohan.blogspot.com/
Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar