Sabtu, 09 Juli 2011

Cempaka Permata Nila




Kembang Anggrek seumpama Mawar Berduri../
Nampak elok sukar disunting../
Bunga Kenanga berbau menusuk bak dari pelimbahan../
Menyesak masuk hingga ke dalam../

Ke manakah lagi perginya hamba abdi, di dunia tinggallah sendiri../
Mengembara bak sufi berkelana../
Bagai kaki tak menjejak tanah, sukma terlepas dari badan../
Terasa sukar umpama duri ditarik dari sutra basah../

Kalaulah pedang mengancam nyawa, hamparkanlah taburan bebunga./
Agar dapat hirup lagi aroma hidup../
Jikalau panah meluncur melesat 'kan menembus raga, lemparkanlah senyuman riang../

Tiadalah sendu di sudut bibir menahan getir../
Karena hidup memanglah demi Cempaka Permata Nila../
Tiada tergantikan walau beribu pengganti../

Takkanlah sama cempaka yang satu dengan cempaka yang lainnya../
Entah ke mana cempaka yang satu dapat dicari ganti../
Mungkin di ujung dunia, atau mungkin di surga../

Tiada tahu kepastian ke mana hendak dituju../
Apalah daya musafir lata, kelana tak ada tempat berteduhnya../
Sendiri melangkah tiada bertopang../
Limbung di tengah badai menderu-deram../

Setelah dibelai, kini dihempas keras di atas karang../
Hancur berderai dilamun ombak berdegum-degam../
Penat sudah, tapi hidup terus berjalan../
Walaupun kembali menelusuri jalanan gelap tanpa cahaya penerang mata../
Kumpulkan kembali remah hati yang berserakan../

Ketika nanti masanya tiba, lepaskanlah raga serahkanlah jiwa../
Kalaulah bumi tak menerima, biarlah melayang bersama angin../
Kalaulah tanah ini menolak, biarlah dibawa terbang rajawali putih ke angkasa.//


#*#*#


Puisi oleh: Hanafi Mohan & Syach Ranie

Editor: Hanafi Mohan



- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hanafi Mohan
Ciputat, Sabtu 9 Juli 2011
17:51 WIB
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Sumber gambar: http://yusufsila.wordpress.com/

Puisi ini berasal dari: Twitter @hanafimohan dan Twitter @syachranie_ dengan HashTag: #CempakaNila


Puisi ini dimuat kembali di: http://hanafimohan.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar