Kamis, 25 Februari 2010

(Entry A) Kosakata Bahasa Melayu Pontianak

Bendera Kesultanan Pontianak
Alhamdulillah, selesai juga Entry A Kosakata Bahasa Melayu Pontianak. Awal penyusunan Kosa Kata ini adalah dari Diskusi mengenai Tesaurus Bahasa Melayu Pontianak di Grup FB Pontianak - KalBar. Tentunya telah banyak kontribusi dari teman-teman di Grup FB Pontianak-Kal-Bar yang telah ikut menyumbangkan kosakata ini. Sungguh seru, dan banyak cerita di balik penyusunan Kosakata Bahasa Melayu Pontianak ini. Kami di Grup FB Pontianak-Kal-Bar sungguh bersemangat menyumbangkan Kosakata Bahasa Melayu Pontianak yang kami ketahui. Ternyata, sungguh banyak kosakata dari bahasa ibu dan bahasa daerah kami ini. Mungkin sebelumnya kami tak pernah menyadari hal tersebut.

Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik demi pelestarian Bahasa Melayu Pontianak. Tak banyak yang kami harapkan, kecuali agar Bahasa Melayu Pontianak yang kaya, indah, dan unik ini bisa memasyarakat lebih luas lagi, bahkan mungkin hingga ke seluruh dunia. Bagi yang mengetahui mengenai Bahasa Melayu Pontianak dipersilakan untuk menyumbangkan ide, gagasan, kritikan, dan juga menyumbangkan kosakata-kosakata Bahasa Melayu Pontianak di kolom komentar pada tulisan ini. Bagi masyarakat Pontianak di mana pun berada dan apapun suku bangsa anda, mudah-mudahan sedikit kosakata yang ada pada postingan ini bisa menjadi semacam memori kolektif kedaerahan kita, dan mungkin juga semacam nostalgia akan Kota Pontianak tercinta. Bagi yang bukan berasal dari Pontianak, mudah-mudahan postingan ini bisa menjadi semacam wawasan baru mengenai keindonesiaan, kebudayaan, dan kebahasaan dalam lingkup Wawasan Nusantara.

Selanjutnya, selamat membaca Entry A Kosakata Bahasa Melayu Pontianak berikut ini. Entry-entry berikutnya akan menyusul kemudian pada postingan-postingan selanjutnya. Bagi yang mungkin agak susah membacanya karena ada karakter-karakter khusus dan pelafalan yang khas dari Bahasa Melayu Pontianak, silakan membaca dahulu bagian keterangan pada bagian akhir dari postingan ini. Tanpa berpanjang lebar, silakan membaca entry di bawah ini. Mudah-mudahan bermanfaat.



~ A ~


1. Aba' = Panggilan terhadap Orang tua laki-laki (orang tua kandung ataupun orang tua tiri). Diadaptasi dari Bahasa Banjar yg juga masih serumpun dengan Bahasa Melayu.

2. Abah = Panggilan terhadap orang tua laki-laki (orang tua kandung ataupun orang tua tiri). Kemungkinan diadaptasi dari Bahasa Arab atau diadaptasi dari panggilan sehari-hari orang-orang Melayu keturunan Arab yg ada di Pontianak dan sekitarnya terhadap orang tua laki-lakinya.

3. Abang = Panggilan terhadap saudara laki-laki yg lebih tua dari kita. Juga merupakan panggilan akrab terhadap siapapun (laki-laki) yg lebih tua dari kita yg memang pantas kita panggil Abang.

4. Abang = Gelar kebangsawanan (ningrat) pd salah satu kesultanan yg ada di Kalimantan Barat.

5. Abi = Panggilan terhadap orang tua laki-laki (orang tua kandung ataupun orang tua tiri). Kemungkinan diadaptasi dari Bahasa Arab atau diadaptasi dari panggilan sehari-hari orang-orang Melayu keturunan Arab yg ada di Pontianak dan sekitarnya terhadap orang tua laki-lakinya.

6. Abu = Panggilan terhadap orang tua laki-laki (orang tua kandung ataupun orang tua tiri). Kemungkinan diadaptasi dari Bahasa Arab atau diadaptasi dari panggilan sehari-hari orang-orang Melayu keturunan Arab yg ada di Pontianak dan sekitarnya terhadap orang tua laki-lakinya.

7. Abu = Bekas pembakaran.

8. Acagh/Acar = Acar, Makanan yg dibuat dari buah-buahan, sayuran, dsb yg diasamkan dgn cuka.

9. Acah = Main-main, Pura-pura, Melakukan gerakan yg menyesatkan lawan sebelum mengadakan serangan yg sebenarnya, Melakukan sesuatu dgn berpura-pura.

10. Acam Mane = Bagaimana, Bertanya, biasa juga pengucapannya disingkat saja (Cammane?).

11. Acap = Banjir, Air Pasang Naik.

12. Acap = Kerap, Sering.

13. Aci = Saripati atau Tepung. Misalkan: Aci Sagu = Saripati Sagu

14. Aci = Menghaluskan dinding yg baru disemen dgn semen yg dicampur air.

15. Aci'/Acik = Berasal dari kata keci' (kecil), yaitu panggilan dalam Sistem Kekerabatan Melayu Pontianak yang artinya adalah orang yang ciri-ciri tubuhnya lebih kecil di antara saudara-saudaranya, dengan catatan dia bukan anak pertama (Along), bukan anak kedua (Angah), bukan anak ketiga (Ude), bukan anak yang bungsu (Usu/Ucu), dan bukan juga anak tunggal (Unggal). Biasanya disingkat "Ci'/Cik" saja. Misal: Pak Cik, Mak Cik, Bang Cik, Kak Cik, Tok Cik, Nék Cik.

16. Ade = Ada.

17. Adé'/Adék = Adik, panggilan terhadap saudara (laki-laki ataupun perempuan) yang lebih muda dari kita. Juga merupakan panggilan akrab terhadap siapapun (laki-laki ataupun perempuan) yang lebih muda dari kita yang memang pantas kita panggil seperti itu. Biasanya disingkat Dé'/Dék saja.

18. Adoi = Aduh.

19. Ado'/Adok = Aduk.

20. 'Aén = 'Ain, yaitu nama huruf Arab (hijaiyah) yg berada pada urutan ke-18.

21. Aé'/Aék = Air.

22. Aé' Blék/Aék Blék = Air Kaleng.

23. Aé' Botol/Aék Botol = Air Botol.

24. Aé' Es/Aék Es = Air Es

25. Aé' Gas/Aék Gas = Air yang ada gasnya.

26. Aé' Ghoja'/Aék Rojak = Air yang terbuat dari timun (mentimun) dan nenas (nanas). Kadang rasanya agak pedas, karena dicampur cabe.

27. Aé' Ghuja'/Aék Rujak = Air yang terbuat dari timun (mentimun) dan nenas (nanas). Kadang rasanya agak pedas, karena dicampur cabe.

28. Aé' Hangat-hangat Kuku/Aék Hangat-hangat Kuku = Air putih yang hangat, tapi tidak terlalu panas.

29. Aé' Kencing Beghanyot/Aék Kencing Beranyot= Air kopi dan semacamnya yg tak karuan rasanya, karena tidak kental dan cenderung tawar (tidak manis).

30. Aé' Meghéné'/Aék Merénék = Air Mendidih 100 derajat Celcius.

31. Aé' Melega'/Aék Melegak = Air Mendidih 100 derajat Celcius.

32. Aé' Mendidéh/Aék Mendidéh = Air Mendidih 100 derajat Celcius.

33. Aé' Panas/Aék Panas = Air Panas.

34. Aé' Pasang/Aek Pasang = Air pasang naik dari sungai/laut yg rutin terjadi setiap tahunnya di Pulau Kalimantan, terutama di kawasan yg dekat dgn sungai/laut.

35. Aé' Pengambos/Aék Pengambos = Air ramuan untuk menghilangkan panas ketika sedang demam.

36. Aé' Penguségh/Aék Pengusér = Air Pengusir, yaitu Ae' Seghbat ataupun Ae' Sepang yg disajikan pd akhir suatu acara/resepsi dengan maksud agar tamu mengerti bahwa acara atau resepsi tsb sudah berakhir, sehingga mereka (tamu) bisa bersiap-siap utk segera meninggalkan tempat acara/resepsi.

37. Aé' Pipo/Aék Pipo = Soft Drink Khas Pontianak, kemasan botol atau. kantong plastik kecil

38. Aé' Putéh/Aék Putéh = Air Putih.

39. Aé' Sasi/Aék Sasi = Soft Drink Khas Pontianak, kemasan botol atau. kantong plastik kecil.

40. Aé' Seghbat/Aék Serbat = Air Serbat, yaitu air yang diramu dari campuran rempah-rempah, baunya harum, dan rasanya cukup manis. Air ini biasanya disajikan pada akhir suatu acara/resepsi. Masyarakat Pontianak mengenalnya sebagai air pengusir (Aé' Pengusegh).

41. Aé' Seju'/Aék Sejuk = Air Putih yang tidak panas dan tidak pula dingin (Bukan air panas dan bukan pula air es).

42. Aé' Sepang/Aék Sepang = Air Sepang, yaitu air yang diramu dari campuran rempah-rempah, baunya harum, dan rasanya cukup manis. Bahan utamanya adalah Sepang. Air ini biasanya disajikan pada akhir suatu acara/resepsi. Masyarakat Pontianak mengenalnya sebagai air pengusir (Aé' Pengusegh).

43. Aé' Setengah Mati/Aék Setengah Mati = Air Putih yang tidak panas dan tidak pula dingin (Bukan air panas dan bukan pula air es).

44. Aé' Suam-suam Kuku/Aék Suam-suam Kuku = Air putih yang hangat, tapi tidak terlalu panas.

45. Aé' Sughot/Aék Surot = Air surut setelah beberapa jam terjadi pasang naik dari sungai-sungai yang ada di Pulau Kalimantan.

46. Aga'/Agak = Agak (cenderung).

47. Aga'/Agak = Menemui seseorang.

48. Agas = Sejenis nyamuk yang biasanya berada di tanah becek seperti di sawah.

49. Agé'/Agék = Lagi, biasa juga diucapkan secara singkat (ge'/gek).

50. Agha'/Arak = Arak, Minuman Keras.

51. Agha'/Arak = Arak, Berjalan bersama-sama dgn beriring-iringan (biasanya pd rombongan pengantin/mempelai laki-lakii yg menuju ke rumah pengantin/mempelai perempuan ataupun rombongan khataman Alquran yg menuju ke rumah guru mengajinya).

52. Aghab = Arab

53. Aghén = Aghin/Ghain, yaitu nama huruf Arab (hijaiyah) yg berada pada urutan ke-19.

54. Agi'/Agik = Lagi, biasa juga diucapkan secara singkat (ge'/gek).

55. Aghét/Arét = Arit (Senjata tajam khas suku Madura sejenis celurit atau carok).

56. Aghet/Aret = Suatu alat untuk mencari ikan di sungai. Alat ini dimasukkan ke air (sungai), kemudian ditarik menggunakan sampan ataupun sambil berjalan di jalan Gertak yang ada di pinggir sungai.

57. Agi'/Agik = Lagi

58. Ajan = Azan

59. Aka'/Akak = Kakak, panggilan terhadap saudara perempuan yang lebih tua dari kita.

60. Aki = Kakek, Orang tua laki-laki dari orang tua kita, Dato'/Datok.

61. Akogh/Akor = Akur

62. Akoghdion/Akordion = Akordion, yaitu alat musik yg digendong di depan, bilah-bilah nadanya seperti bilah-bilah nada pada piano (menggunakan tuts-tuts nada), sumber suaranya dihasilkan dengan cara memompa (tangan kanan memencet tuts nada, sedangkan tangan kiri memompa anginnya). Alat musik ini biasanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu Melayu (Senandong, Zapin, Dondang, Joget, dan semacamnya).

63. Aku = Saya. Kata "Aku" biasanya diucapkan sebagai kata ganti orang pertama terhadap orang kedua yang sebaya ataupun lebih muda dari kita. Kata ini tak boleh diucapkan di hadapan orang yang lebih tua dari kita, karena bisa dianggap kurang ajar/kurang sopan/kurang beradat.

64. Alama'/Alamak = Ya Ampun, Ucapan spontan karena kaget atau Takjub atau Kecewa

65. Alang = Panggilan dalam Sistem Kekerabatan Melayu Pontianak terhadap seseorang yang sebelumnya telah terlanjur dipanggil sebagai Usu/Ucu (anak bungsu), tapi tiba-tiba ia punya adik lagi, sehingga adiknyalah yang kemudian dipanggi Usu/Ucu (bungsu). Kalau masih tersedia nama panggilan lain terhadap dirinya yang cocok dengan urutan kelahiran ataupun ciri-ciri fisiknya, misalkan Angah (anak kedua), Ude (anak ketiga), Cik (kecil), Itam (hitam), Uneng (kuning), Uteh (putih), Anjang (panjang), Anda' (pendek), Inde' (pendek), ataupun Mok/Mo' (gemuk), maka ia memakai panggilan itu. Tapi kalau tidak ada lagi urutan kelahiran ataupun ciri-ciri fisik yang tersedia dan cocok untuk dirinya, maka dia kemudian dipanggil Alang (biasa juga disingkat "Lang"). Misal: Bang Alang, Bang Lang, Pak Alang, Pak Lang, To' Alang, Ne' Alang.

66. Alang = Halang, Lintang, Dinding penyekat.

67. Alang-Alang = Tidak Tuntas, Tanggung.

68. Alang-Alang = Dek, Para', Loteng, Langit-langit, Bagian atas rumah yang berada pas di bawah atap.

69. Alang Kepalang = Tidak tuntas, Tanggung, Alang-alang.

70. Alaydrus = Al-Idrus, yaitu nama salah satu marga keturunan Arab (dikatakan juga sebagai keturunan Nabi Muhammad) yang berasal dari Hadhralmaut-Yaman. Orang-orang Melayu keturunan Arab bermarga Alaydrus (Al-Idrus) ini banyak berdiam di Pontianak dan sekitarnya. Juga merupakan marga dari keluarga besar Kesultanan Kubu yg berada di Kabupaten Kubu Raya-Kalimantan Barat.

71. Alép = Alif, Nama huruf pertama pd urutan huruf hijyaiyah (abjad Arab). Biasa juga dijadikan istilah utk menyatakan bahwa seorang lelaki itu tdk mandul atau tdk lemah syahwat.

72. Ale-Ale = Makanan khas masyarakat Kalimantan Barat berupa kerang yang diawetkan dengan cara difermentasi (dipekasam).

73. Aléh = Alih, Ganti, Mengubah, Memindahkan

74. Ali = Ngali-ngali = Menghalang-halangi pandangan ataupun gerakan.

75. Ali-Ali = Pengumban tali, Tali pelontar batu. Biasanya pada permainan Kelayang (layang-layang).

76. Almaghi/Almari = Lemari

77. Almanak = Kalender

78. Along = Panggilan terhadap anak pertama (sulung) dalam Sistem Kekerabatan Melayu Pontianak. Biasanya disingkat "Long" saja. Misal: Bang Along, Bang Long, Kak Long, Pak Long, Mak Long, Tok Long, Nek Long.

79. Aloi/Aloy = Rayu, Goda, Mempengaruhi agar orang tsb mau menuruti keinginan kita.

80. Al-Idrus = Alaydrus, yaitu nama salah satu marga keturunan Arab (dikatakan juga sebagai keturunan Nabi Muhammad) yang berasal dari Hadhralmaut-Yaman. Orang-orang Melayu keturunan Arab bermarga Al-Idrus (Alaydrus) ini banyak berdiam di Pontianak dan sekitarnya. Juga merupakan marga dari keluarga besar Kesultanan Kubu yg berada di Kabupaten Kubu Raya-Kalimantan Barat.

81. Al-Kadri = Al-Qadri, yaitu nama salah satu marga keturunan Arab (dikatakan juga sebagai keturunan Nabi Muhammad) yang berasal dari Hadhralmaut-Yaman. Orang-orang Melayu keturunan Arab bermarga Al-Kadri (Al-Qadri) ini banyak berdiam di Pontianak dan sekitarnya. Juga merupakan marga dari keluarga besar Kesultanan Pontianak yg berada di Kota Pontianak-Kalimantan Barat.

82. Al-Qadri = Al-Kadri, yaitu nama salah satu marga keturunan Arab (dikatakan juga sebagai keturunan Nabi Muhammad) yang berasal dari Hadhralmaut-Yaman. Orang-orang Melayu keturunan Arab bermarga Al-Qadri (Al-Kadri) ini banyak berdiam di Pontianak dan sekitarnya. Juga merupakan marga dari keluarga besar Kesultanan Pontianak yg berada di Kota Pontianak-Kalimantan Barat.

83. Alu = Alu, Alat penumbuk (pasangannya adalah lesong/lesung).

84. Alu = Haluan

85. Alus = Halus

86. Alus Gedebos = Mikroskopik, ungkapan untuk sesuatu yang sangat kecil.

87. Alus Meghenyam/Alus Merenyam = Mikroskopik, ungkapan untuk sesuatu yang sangat kecil.

88. Amak/Ama' = Hama; Beghama'= keadaan sesuatu yang dipenuhi hama; Beghama' muke ni = suatu kiasan untuk menyatakan bahwa kita merasa malu.

89. Ambang = keadaan yang tidak jelas pilihannya; Ngambang = pusing tujuh keliling seperti sedang berada di atas kapal, tidak mengapung dan tidak pula tenggelam (keadaan antara mengampung dan tenggelam); Teghambang= dibiarkan terbuka, misalkan pada pintu atau jendela; Ghambang = ragu-ragu untuk memilih yang mana.

90. Ambé' = Ambil

91. Ambén/Ambin = gendong di punggung; Beghamben = bergendong di punggung

92. Ambol/Ngambol = Melambung-lambungkan atau menganjur-anjurkan suatu hal yang biasanya secara berlebihan. Misalkan dalam hal makanan, atau bisa juga dalam hal pekerjaan.

93. Amo'/Amok = Hamo'/Hamok, Amuk. Beghamo'/Beramok = Mengamuk, Berkelahi, Bertikam. Ngamo'/Ngamok = Menyerang dgn membabi-buta (karena marah, gelap mata, dsb).

94. Amoy = Panggilan untuk perempuan Tionghoa, biasanya yang masih gadis.

95. Ampu = Menyangga, Menahan di bawah (dgn tangan, dsb), Mengangkat, Menyokong dari bawah (supaya tdk runtuh).

96. Ana = Saya (diadaptasi dari Bahaa Arab).

97. Anai/Anai-Anai = Binatang/Serangga sejenis laron yang biasanya keluar pada malam hari untuk mencari tempat yang lebih terang, biasanya suka berada di dekat sumber cahaya seperti lampu atau api, ukurannya lebih kecil dari laron

98. Anak Kampang = Anak Haram

99. Anak Mude = Jagoan (tokoh utama di film)

100. Ancai/Ancay = Berhamburan, Rusak

101. Ancal = Menempati atau Menaiki atau Menduduki atau Menindih sesuatu. Ngancal = Ungkapan kasar utk menyatakan bahwa orang yang menempati sesuatu (kursi, pekerjaan, dsb) tanpa meminta izin dahulu kepada orang yang menempati sebelumnya. Juga merupakan kata-kata vulgar (kasar) yg artinya yaitu bersetubuh (hubungan seks).

102. Ancang-ancang = Awalan utk memulai sesuatu, Persiapan hendak berbuat sesuatu.

103. Ancagh-Ancagh/Ancar-Ancar = Perkiraan (waktu, tempat, dsb) utk melakukan sesuatu.

104. Ancing = Hancing, yaitu bau busuk seperti bau air kencing.

105. Anco'/Ancok = Kata-kata kasar (vulgar) utk menyatakan mengenai hubungan seks.

106. Ancor/Ancogh = Hancur, Rusak, Jelek, Membuat minuman, misal: ancogh kopi/ngancogh kopi= meramu atau membuat minuman kopi.

107. Anda'/Andak = Panggilan dalam Sistem Kekerabatan Melayu Pontianak yg artinya adalah orang yg pendek di antara saudara-saudaranya, dengan catatan dia bukan anak pertama (Along), bukan anak kedua (Angah), bukan anak ketiga (Ude), bukan anak yg bungsu (Usu/Ucu), dan bukan juga anak tunggal (Unggal). Misal: Pak Anda', Mak Anda', Bang Anda', Kak Anda', Tok Anda', Nek Anda'.

108. Ande = Ude, yaitu Panggilan dalam Sistem Kekerabatan Melayu Pontianak yg artinya adalah anak yg ketiga, dengan catatan dia bukan anak yg bungsu (Usu/Ucu). Biasanya disingkat "De" saja. Misal: Ande Dolah, Pak Ude, Mak Ude, Bang De, Kak Ude, Tok De, Nek De. Secara harfiah, Ude atau Ande berarti anak yg lebih muda (mude) dari anak yg kedua/tengah (Ngah) atau adik dari anak yg kedua/tengah (Angah) dan lebih tua dari anak yg bungsu (Usu).

109. Andér/Andégh = Tak ada kerjaan, Keluyuran ke sana ke mari yang tak jelas arah tujuannya, Mengerjakan sesuatu yang tidak jelas, padahal ada sesuatu yang lebih penting bisa atau harus dilakukannya saat itu.

110. Andok/Ando' = Handuk

111. Androk = Rok (pakaian bawah perempuan)

112. Aném = Listrik.

113. Anéng = Unéng, yaitu panggilan dalam Sistem Kekerabatan Melayu Pontianak yg artinya adalah orang yg memiliki ciri kulit berwarna agak kuning di antara saudara-saudaranya, dengan catatan dia bukan anak pertama (Along), bukan anak kedua (Angah), bukan anak ketiga (Ude), bukan anak yang bungsu (Usu/Ucu), dan bukan juga anak tunggal (Unggal). Biasanya disingkat "Néng" saja. Misal: Pak Anéng, Pak Unéng, Pak Néng, Mak Néng, Bang Néng, Kak Néng, Tok Néng, Nék Néng.

114. Angah = Panggilan terhadap anak kedua (tengah) dalam Sistem Kekerabatan Melayu Pontianak, asalkan dia bukan anak yg bungsu (Usu). Biasanya disingkat "Ngah" saja. Misal: Bang Angah, Bang Ngah, Kak Ngah, Pak Ngah, Mak Ngah, Tok Ngah, Nék Ngah.

115. Angét = Angit, Hangét (Hangit), yaitu berbau seperti kerak yg terbakar.

116. Angén Pukol Angén = Cerita Bohong, Tipu

117. Angkét =Angkit, Angkat, yaitu mengangkat sesuatu (cerek, kuali, dsb) dari tungku ataupun kompor (mengangkat sesuatu yg sedang dimasak), ataupun mengangkat sesuatu (pakaian, dsb) yg sedang dijemur.

118. Angkot = Angkut.

119. Angkot-Angkot = Binatang kecil seperti Penyengat (tawon) yg membuat Sarang dari tanah di dinding atau langit2 rumah

120. Anglo = Tungku, Perapian (dapur) kecil dgn arang sbg bahan bakarnya.

121. Angon = Menggembala, Memelihara.

122. Angot = Tua

123. Angpau = Hadiah atau pemberian uang pd saat Tahun Baru Cina.

124. Angsogh/Angsor = Angsur, Sedikit demi sedikit, Cicil.

125. Ani-Ani = Alat pertanian berupa pisau atau gunting pemotong padi utk memotong/mengetam padi yg akan dipanen.

126. Anja'/Anjak = Berpindah, Bergerak, Beringsut, Pergi, Meningkat.

127. Anja'/Anjak = Semacam gangguan makhluk halus ketika kita terjaga, tertidur (bermimpi), ataupun antara tidur dan terjaga.

128. Anjang = Panggilan dalam Sistem Kekerabatan Melayu Pontianak yang artinya adalah orang yang badannya panjang di antara saudara-saudaranya, dengan catatan dia bukan anak pertama (Along), bukan anak kedua (Angah), bukan anak ketiga (Ude), bukan anak yang bungsu (Usu/Ucu), dan bukan juga anak tunggal (Unggal). Misal: Pak Anjang, Mak Anjang, Bang Anjang, Kak Anjang, Tok Anjang, Nék Anjang.

129. Anjong = Menaikkan seseorang dengan cara berdiri di punggung kita, Salah satu cara menaikan Kelayang (layangan/layang-layang).

130. Anjong Tapah = Permainan anak-anak di sungai dengan cara orang pertama berada di bawah, sedangkan yang kedua berdiri di punggung yang pertama, yang pertama menyelam tak terlalu dalam kemudian muncul ke permukaan untuk memberikan dorongan agar orang yang berada di atasnya bisa terlempar ke atas dan biasanya bersalto.

131. Anok/Ano' = Itu, Anu

132. Antam = Hantam

133. Anténg/Anténg-Anténg= Anting/Anting-Anting

134. Anténe = Antena

135. Anto'/Antok = bertabrakan dengan sesuatu (yang bertabrakan biasanya bagian sekitar muka dan kepala).

136. Antu = Hantu

137. Antu Bangkét = Salah satu Makhluk Halus/Mitos Khas Pontianak berupa orang yg meninggal dunia yg bangkit dari kuburan. Bisa juga merupakan ungkapan makian (umpatan).

138. Antu Kunyét = Permainan Tradisional

139. Antu Menaon = Salah satu Makhluk Halus/Mitos Khas Pontianak

140. Antu Ujan Panas = Salah satu Makhluk Halus/Mitos Khas Pontianak yang konon katanya suka berkeliaran pada saat hujan panas. Dalam hal yg lain berarti ejekan untuk orang berambut pirang (arti ini agak meragukan, tapi mungkin memang ada beberapa kampong di Pontianak menggunakan kata ini sebagai ungkapan ejekan seperti yang dimaksud).

141. Anu = Anu, biasanya diucapkan ketika lupa akan sesuatu atau seseorang yang akan disebutkan itu.

142. Anya'/Anyak = Ayak. Menganya'/Menganyak = Mengayak (menapis dengan pengayak). Penganya'/Penganyak = Pengayak (alat utk mengayak/Ayakan).

143. Anyang-Anyang = Sejenis tumbuhan yg gatal (Miang) jika terkena kulit.

144. Ao'/Aok = Iya, Menjawab panggilan

145. Apa’/Apak = Bapak, Ayah

146. Apa'/Apak = Apek, Bau yang tidak sedap pd suatu barang karena lama disimpan.

147. Apai Kato = Ucapan untuk Layangan Putus

148. Apal = Hapal.

149. Apam = Sejenis kue tradisional Melayu yg terbuat dari adonan tepung. Kue ini dikukus. Ketika disajikan, biasanya dilengkapi dengan taburan kelapa parut.

150. Apam Ade'/Apam Adek = Sejenis kue tradisional Melayu yg terbuat dari adonan tepung. Kue ini dikukus.

151. Apam Pulo Pinang = Martabak manis.

152. Ape Buat = Apa yg sedang dilakukan/dikerjakan (kalimat tanya).

153. Ape Can = Lagi Apa (kalimat tanya), Menanyakan kondisi orang yang disapa dan bersifat basa-basi, termasuk Bisnis.

154. Ape Pasal = Apa Masalahnya (kalimat tanya).

155. Apél = Ngapél, Kencan (biasanya dgn cara mendatangi rumah pacar).

156. Apkégh/Apkér = bekas, biasanya untuk barang bekas atau barang yang sudah tidak bisa dipakai lagi, atau barang yang manfaat, kegunaan, dan fungsinya sudah mulai berkurang.

157. Asa'-Asa'/Asak-Asak = Kecewa, Tak Mendapatkan Apa-apa

158. Asam = Semacam buah mangga (atau mungkin memang mangga): Asam Kuini, dan sebagainya. Bisa juga berarti bumbu masakan berupa buah asam semacam asam jawa atau asam kandis.

159. Asam Jawe = Asam Jawa

160. Asam Kandés = Asam Kandis

161. Asam Kelembawan/Asam Kelembauan = Sejenis buah Asam yang biasanya dijadikan manisan, asinan, dan semacamnya.

162. Asam Paya' = Sejenis buah Asam yang biasanya dijadikan manisan, asinan, dan semacamnya.

163. Asam Pedas = Jenis masakan berkuah dengan bahan utama ikan yang rasanya adalah campuran antara asam dan pedas, rasa asam didapatkan dari asam (asam kandis, asam jawa, dsb), ataupun dari buah Teghong Asam (Terong Asam) ataupun dari buah nenas (nanas), sedangkan rasa pedas didapatkan dari cabe kering (ciri khas masakan Melayu adalah menggunakan cabe kering, bukanlah menggunakan cabe merah yang masih segar,. Karena itulah nuansa rasanya pun berbeda antara masakan yang menggunakan cabe kering dengan yang menggunakan cabe merah yang masih segar).

164. Asi = Boleh.

165. Asughah/Asoghah = Asyura, Tradisi keislaman di Pontianak (Hari Asughah) yg dirayakan setiap tgl 10 Muharram (pd sistem penanggalan Hijriyah) yg biasanya tiap kampong mempunyai tradisi yg berbeda-beda. Misalkan dengan mengadakan semacam ritual pembacaan doa di surau, langgar, ataupun masjid terdekat. Setelah itu dihidangkanlah "Bubogh Asughah", yaitu bubur kacang hijau yang dicampur dengan 10 macam bahan makanan. Bubur ini dibuat oleh tiap-tiap rumah dgn bahan campuran yg berbeda-beda, setelah itu barulah dikumpulkan di surau, langgar, ataupunn masjid terdekat. Setelah semua "Bubogh Ashughah" itu terkumpul, kemudian semuanya dicampur-aduk menjadi satu. Setelah ritual pembacaan doa selesai, barulah "Bubogh Asughah" yg telah bercampur aduk itu dihidangkan.

166. Awa'/Awak = Anda, Kamu, Kau.

167. Awang = Gelar kebangsawanan (ningrat) pd salah satu kesultanan yg ada di Kalimantan (mungkin Kesultanan Brunei Darussalam, atau kesultanan yg ada di Kalimantan Timur, atau kesultanan lain yang berada di Pulau Kalimantan, atau memang kesultanan yg ada di Kalimantan Barat). Namun yg pasti, orang dgn nama depan "Awang" cukup banyak di Kalimantan Barat (entah itu gelar kebangsawanan ataupun bukan).

168. Awang-Awang = Ruang antara langit dan bumi, Ruang antara lantai dan atap, Langit-langit, Masih jauh, Perasaan seperti melayang-layang di ruang hampa (tdk berpijak di lantai/tanah/tempat yg rendah dan tdk juga bisa meraih yg diinginkan/yg lebih tinggi/langit).

169. Ayah = Panggilan terhadap Orang tua laki-laki (orang tua kandung ataupun orang tua tiri).

170. Ayal = Lambat, Lalai, Bimbang, Ragu-ragu, Terbawa suasana sehingga lalai terhadap pekerjaan yg seharusnya dilselesaikan.

171. Ayam Aostghali/Ayam Aostrali = Ayam Ras, Ayam Negeri, Ayam Broiler, Ayam yg cepat pertumbuhannya. Kata "Aostghali/Aostrali" mungkin berasal dari kata "Australi" atau "Australia", yg juga dikenal sbg Negeri Kanguru. Entah dari mana kata ini bermula, mungkin dahulunya ada orang Pontianak yg pernah berlayar ataupun berdagang hingga ke Australia. Atau jangan-jangan ada sebagian orang Pontianak yg merupakan keturunan orang Australia.

172. Ayam Bangkok = Ayam yang berasal dari Bangkok-Thailand. Biasanya dijadikan sbg Ayam Sabong (ayam aduan)

173. Ayam Jugu'/Juguk = Ayam Jago, Ayam Jantan.

174. Ayam Kampong = Ayam kampung (ayam buras).

175. Ayam Pancong = Ayam hasil persilangan antara Ayam Kampong dengan Ayam Bangkok.

176. Ayam Pedagéng = Ayam Pedaging, yaitu ayam yg cepat pertumbuhannya yg mempunyai manfaat sbg penghasil daging. Warna seluruh bulunya putih, biasanya mengacu pd "Ayam Aostghali".

177. Ayam Petelo' = Ayam Petelur, yaitu ayam yg khusus diternakkan utk menghasilkan telur. Warna seluruh bulunya coklat, biasanya mengacu pd “Ayam Aostghali”.

178. Ayam Sabong = Ayam jantan yang khusus untuk diadu.

179. Ayam Sayo' = Ayam yang biasanya untuk dikonsumsi dijadikan sayuran/masakan, bisa juga merupakan istilah untuk meremehkan seseorang.

180. Ayam Selaséh = Ayam Selasih, yaitu ayam yg warna bulu, tulang, kaki, dan dagingnya hitam. Biasanya dijadikan sbg obat pd penyakit tertentu.

181. Ayang = Sayang, Panggilan terhadap kekasih.

182. 'Azam = Tujuan, Cita-cita, Maksud, Niat.

183. Azan = Azan, Ajan, Bang, Seruan utk mengajak orang melakukan shalat (Sembayang/Sembahyang).



Diedit oleh: Hanafi Mohan, dan sumbangsih yang begitu besar dari Hendra Gunawan, Andries Maha, Acid Moeslim, serta rekan-rekan Facebooker yang tergabung di Grup FB Pontianak - KalBar, khususnya yang telah menyumbangkan Kosakata Bahasa Melayu Pontianak, serta ide, saran, dan kritikan pada diskusi Tesaurus Bahasa Melayu Pontianak.



Keterangan Huruf, Gabungan Huruf, Tanda Baca Khusus, dan Pelafalannya (Transliterasi):

--> gh = dibaca seperti membaca huruf Ghain/Aghin pada aksara Arab. Seperti orang Perancis yang mengucapkan huruf "r": Mercy, Bonzour.

--> ' = seperti mengucapkan huruf Hamzah pada aksara Arab, biasanya terletak di akhir kata. Seperti mengucapkan kata: Tidak, Tak.

--> é = e pepet (ctrl+',e), seperti membaca: Tameng, Bopeng, Pepet, Copet



Sumber gambar: http://ms.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Pontianak


Tulisan ini dimuat di: http://hanafimohan.blogspot.com/

Reaksi:

2 ulasan:

  1. ide dan niat yg baik. Saran: agar hasilnya lebih baik, penulisan kamus hendaknya dilengkapi dg lambang fonetis sehingga dapat dipahami secara internasional. Saya siap membantu...

    BalasHapus