Hikayat Dunia

Kita hanya pengumpul remah-remah | Dari khazanah yang pernah ada | Kita tak lebih hanya penjaga | Dari warisan yang telah terkecai ||

Jumat, 27 Februari 2009

(4) Membudayakan Menulis

Diakui atau tidak, masyarakat kita adalah masyarakat yang hidup di dalam tradisi lisan yang begitu tinggi. Tak ada salahnya memang, tetapi lambat-laun dinamika masyarakat kita semakin berkembang. Tradisi lisan ini harus tetap dilestarikan, karena merupakan kekayaan tersendiri bagi bangsa kita. Tetapi tak cukup hanya dengan itu. Jika ingin peradaban bangsa kita tidak tertinggal dari bangsa lain, maka mau tak mau tradisi tulisan juga harus maju dan berkembang.Dalam tradisi tulisan, maka membaca adalah kesadaran yang paling awal. Setelah membaca,...

(3) Menulis dengan Niat Beramal

Awal dari segala perbuatan kita adalah niat, sehingga niat adalah motor penggerak pertama ketika kita akan melakukan sesuatu. Jika niat kita baik, maka baiklah perbuatan yang kita lakukan itu. Sebaliknya, jika berniat buruk, maka buruk pula yang kita lakukan. Lantas, bagaimanakah dengan aktivitas menulis, perlukah kita berniat sebelumnya? Biasanya ada juga sesuatu yang kita lakukan tanpa dilandasi niat. Hal yang tak diniatkan tersebut memang bisa...

(2) Menulis sebagai Sharing Informasi

Jika dahulunya kita sangat sulit untuk mendapatkan informasi, maka kini sebaliknya, informasi begitu mudahnya kita dapatkan, bahkan sangat mudah. Berbagai informasi kita lahap setiap hari: dari informasi yang benar hingga informasi yang menyesatkan, dari informasi yang bermanfaat hingga informasi yang mencelakakan, dari informasi yang benar-benar informasi hingga informasi yang hanya sekedar gosip belaka. Dengan menulis, maka setiap kita menjadi...

(1) Menulis sebagai Transformasi Ilmu

Dari jenjang S1 hingga S3, kemampuan mengungkapkan ide dalam bentuk tulisan menjadi salah satu acuan dan persyaratan kelulusan. Bahkan semenjak dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, ujian kelulusannya pun dalam bentuk tulisan. Sebegitu pentingnyakah menulis, sehingga aktivitas yang satu ini seakan-akan selalu mengiringi setiap derap langkah kehidupan kita? Seperti kita ketahui bersama, perubahan dari zaman prasejarah menuju ke zaman...

Kamis, 26 Februari 2009

(3) Membaca tentang Menulis

Membaca adalah bagian lain dari menulis. Bagi penulis pemula, maka membaca kiat-kiat menulis juga cukup penting. Membaca pengalaman orang lain menulis juga tak kalah pentingnya. Tapi yang harus tetap diingat, kiat menulis tersebut hanya sekedar kiat. Selanjutnya, kita sendiri juga harus memiliki kiat yang khas dengan diri kita. Tulisan-tulisan yang mengupas kiat-kiat menulis cukuplah menjadi landasan awal kita untuk menulis. Selanjutnya, kitalah...

(1) Tulisan yang Dibaca secara Tergesa-gesa

Setiap kita mungkin pernah membaca suatu tulisan secara tergesa-gesa. Membaca yang dimaksud adalah membaca dengan cara tidak sabar. Ketika membaca tersebut, seakan-akan kita ingin segera selesai. Reaksi yang kemudian muncul adalah membaca tulisan tersebut secara terburu-buru (tergesa-gesa). Apakah sebabnya hingga kita tergesa-gesa ketika membaca? Reaksi ini sebenarnya tidak muncul dengan sendirinya. Hal ini tak lain karena isi dari tulisan tersebut....

(2) Menulis secara Cepat

Tulislah apa saja yang terlintas di pikiran kita. Dengan begitu, kita bisa menulis secara cepat. Bahkan mungkin hanya dalam hitungan menit. Menulis seperti ini harus sering kita latih. Ide-ide mengenai apa yang akan ditulis jangan terlalu lama mengendap di pikiran kita. Memang pada saat-saat tertentu ada waktunya kita mengendapkan ide tersebut. Tapi yang patut diingat, ide tersebut akan beterbangan ke mana-mana jika tidak secapatnya diikat dengan...

(1) Menulis dengan Emosi

Mengutip ceramah dari seorang Doktor, bahwa menulis adalah salah satu media untuk menyalurkan emosi kita. Selain menulis, seni juga merupakan media penyaluran emosi yang begitu efektif. Orang yang memiliki jiwa seni kemungkinan juga merupakan orang yang memiliki hati yang lembut. Nah, lantas bagaimana jika emosi, seni, dan menulis menjadi satu kesatuan kegiatan? Tentunya akan menghasilkan karya yang begitu menakjubkan, seperti novel, cerpen, puisi,...

Jumat, 20 Februari 2009

(2) Menulis dalam Kepastian

Hidup kita selalu diiringi keraguan dan kepastian. Ketika keraguan menyergap kita, maka kita akan mengatakan, bahwa kita sedang mengalami ketidakberuntungan. Sebaliknya, ketika kepastian yang ada di depan kita, maka kita akan mengatakan, bahwa kita mengalami keberuntungan. Tapi jangan salah, setiap ada kepastian, maka akan ada keraguan yang lain menyelinap dalam kepastian itu. Sehingga kita memang harus bisa memanfaatkan kepastian untuk sesuatu...

(1) Menulis di Tengah Keraguan

Setiap kita pasti pernah merasa berada dalam kondisi keraguan ketika mengerjakan sesuatu, tak terkecuali ketika menulis. Pertanyaannya, mungkinkah kita bisa menulis dalam kondisi keraguan? Atau, mungkinkah kita berkeinginan untuk menulis ketika kondisi ini muncul? Keraguan sebenarnya tak lebih merupakan kondisi kejiwaan sesaat. Ia muncul ketika di depan kita dihadang oleh ketidakpastian. Setiap kita harus melawan keadaan ini. Kita harus sesegera...

Selasa, 17 Februari 2009

Obskurantisme Intelektual

Semangat obskurantisme atau kemasabodohan intelektual akibat berbagai faktor ekstern dalam proses-proses dan struktur-struktur politik dalam sejarah perkembangan Islam sedemikian mencekam, sehingga mewarnai sikap intelektual sebagian besar kaum Muslim. Dalam pandangan mereka, ilmu pengetahuan telah “habis”, dan yang tersisa ialah mencerna apa saja yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Stagnasi ini tidak dirasakan oleh kaum Muslim, seolah-olah segala sesuatu terjadi secara wajar saja, sam¬pai akhirnya mereka terhentak dan kalah oleh bangkitnya...

Obsesi pada Keadilan

Salah satu bahasa politik yang sangat dominan ialah keadilan. Marshall Hodgson ambisius sekali untuk menulis sejarah dunia, tetapi dia mempunyai wawasan yang barangkali untuk orang lain agak aneh, bahwa pusat sejarah dunia adalah sejarah Islam. Karena itu, sebelum menyusun sejarah dunia, dia menyusun sejarah Islam terlebih dahulu. Dalam buku The Venture of Islam (usaha keras perjuangan Islam) sesungguhnya dia ingin mengatakan bahwa Islam itu membawa suatu misi the challenge of Islam, yakni menegakkan keadilan. Hal ini terlihat dari bukunya yang...

Menjadi Ummatan Wasathan

Jika kita memperhatikan berbagai macam pertandingan, selalu ada yang disebut wasit. Sering orang tidak sadar, bahwa kata “wasit” itu berasal dari Bahasa Arab, yaitu dari kata “wasatha-yasithu-wasathan“, yang artinya adalah orang yang ada di tengah-tengah. Wasit ini tidak memihak, tetapi ia memberikan keputusan secara adil.Berkaitan dengan keadaan kini, telah berkembang berbagai macam pemahaman agama. Salah satunya adalah yang dikenal dengan “trans-nasionalisme”, yaitu paham-paham keagamaan dari luar. Akhir-akhir ini, paham-paham tersebut sering...

[Cerpen] Bulan dan Bintang

Pada suatu malam di sebuah taman, duduklah dua orang pria. Yang satunya seorang mahasiswa, sedangkan yang seorang lagi adalah tukang kebun taman itu. Si Mahasiswa bertanya kepada tukang kebun itu, “Bang, manakah yang lebih besar, bintang ataukah bulan yang sedang kita lihat di langit kini?” “Ya jelas bulan lah yang lebih besar dari bintang,” jawab Si Tukang Kebun dengan lugas. “Abang salah. Yang besar itu bintang.” Mendengar jawaban itu, Si...

Cerpen: Negeri Cinta

NEGERI CINTACerpen: Hanafi MohanKadang kita tertawa, mengenang masa-masa indah itu. Bisakah kita mengulanginya lagi? Tapi kau hanya terdiam membisu saja ketika kutanyakan itu. Apakah memang kau sudah tidak menginginkan masa-masa itu terulang lagi kini. Atau memang kau sebenarnya menginginkan masa kini yang lebih indah. Atau ... jangan-jangan kau memang benar-benar bisu dan gagu? Tapi, gak mungkin ah. Sampai waktu terakhir kita bertemu, kau masih normal kan? Kau masih sering curhat-curhatan denganku. Kau masih sering nyanyi dengan suara merdumu...

Sabtu, 07 Februari 2009

Lahirnya Ilmu-ilmu Klasik Islam

Mengapa Islam sekarang ini menjadi “Islam fiqih”, memang ada sejarahnya sendiri. Ciri umat Islam klasik ialah dari segi lahiriah—kesuksesan dalam politik. Begitu Rasulullah wafat, seluruh Jazirah Arabia sudah menyatakan tunduk kepada Madinah. Hal ini kemudian diteruskan oleh para sahabat, sehingga terjadi ekspansi militer dan politik. Dalam tempo seratus tahun kekuasaan Islam telah terbentang dari lautan Atlantik sampai tembok Cina. Sungguh kondisi yang luar biasa, sebab dalam sejarahnya, orang-orang Arab tidak pernah mengenal sistem pemerintahan....

Lahirnya Humanisme di Barat

Ketika buku-buku Ibn Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, lalu disebut sebagai Latin Averoesm atau Averoesme Latin, rupanya pembagian antara khawâs dan awam ini bagi orang-orang Eropa begitu impresif, sehingga mereka langsung mengambil kesimpulan bahwa Ibn Rusyd sebetulnya membela adanya dua kebenaran, yaitu kebenaran falsafi dan kebenaran agama, dan kedua-duanya tidak perlu dipersatukan. Akibatnya ialah mereka betul-betul membedakan antara ilmu dan agama. Itulah permulaan dari sekularisme yang sampai sekarang masih bertahan di Barat. Ia...

Rabu, 04 Februari 2009

Falsafah Ilmu dalam Islam

Falsafah ilmu atau epistemilogi dalam Islam dapat dimulai pemba¬hasannya secara mudah dari pen¬dekatan kebahasaan. Perkataan Indonesia “ilmu” berasal dari per¬kataan Arab “‘ilm” yang satu akar kata dengan ‘alam (bendera atau lambang), ‘alâmah (alamat atau pertanda), dan ‘âlam (jagad raya, universe). Ketiga perkataan ini (‘alam, ‘alâmah dan ‘âlam) mewakili kenyataan atau gejala yang harus “diketahui” atau “di-ma‘lûm-i,” yakni, menjadi obyek pengetahuan atau ‘ilm, karena di balik kenyataan atau gejala itu ada sesuatu yang ber¬guna bagi manusia. Dan...

Failasuf dan Bahasa

Jika kita menilik dari berapa juta telah dicetak, diterjemahkan dan dijual, maka buku yang paling laris di dunia sekarang ini ialah karya Stephen Hawking, A Brief History of Time, from the Big Bang to Black Holes. Atas dasar itu dapatlah dikatakan bahwa Hawking adalah seorang “failasuf” paling berpengaruh sekarang ini, sekurang-kurangnya dalam kosmologi. Dan memang sepatutnya seorang kosmolog disebut failasuf, sebab ia mencoba memahami dunia yang amat besar, yaitu jagad raya, dan menemukan hakikatnya. Tetapi sebagai failasuf seorang kosmolog barulah...

Foto Model di Tepi Jalan

Kini adalah masa negeri kita memiliki begitu banyak "foto model". Jika dahulunya kita biasa meilihat pose para rupawan dan rupawati itu di majalah (dan sejenisnya), maka kini medianya sudah semakin beragam, bahkan hingga berupa baliho di pinggir jalan. Yang terpampang di pinggir jalan itu bukan hanya satu atau dua, melainkan sangat banyak.Alih-alih terpikat dengan pose para "foto model dadakan" ini, kita malahan muak melihatnya. Bayangkan, yang terpampang...