Hikayat Dunia

Kita hanya pengumpul remah-remah | Dari khazanah yang pernah ada | Kita tak lebih hanya penjaga | Dari warisan yang telah terkecai ||

Jumat, 27 November 2015

Sastera Melayu Itu Berkaidah

Orang Melayu dapat dipastikan rata-rata mengetahui Sastera Melayu, walaupun hanya serba sedikit. Yang paling masyhur adalah Pantun. Selain itu ada juga Syair dan Gurindam. Lebih dari itu lagi ada Nazham, Seloka, Hikayat, Teromba, Talibun, Mantera, dan tentu masih banyak lagi khazanah Sastera Melayu ini jika mau dituliskan satu persatu. Kini, perlahan tapi pasti, batang terendam Sastera Melayu satu persatu sudah mulai terangkat ke permukaan. Hal...

Kamis, 29 Oktober 2015

[Kliping] Pemulihan Nama Baik Sultan Hamid II

Tulisan saya pada kliping ini dimuat di Harian Equator secara bersambung, dengan judul utama: "Pemulihan Nama Baik Sultan Hamid II", dengan Sub Judul: 1) "Tesis Anshari Dimyati yang Teruji" (dimuat pada hari Senin, 30 Januari 2012) dan 2) "Tak Terbukti Bersalah di Mata Hukum" (dimuat pada hari Rabu, 1 Februari 2012). Versi tulisan lengkap dari klipping ini sebelumnya juga pernah diposting di Laman Blog Arus Deras pada tulisan berjudul "Pemulihan...

Rabu, 30 September 2015

Menelisik Jati Diri, Menyibak Tamaddun Negeri

Pada sekitar tahun 2005, pernah menulis suatu makalah sebagai prasyarat mengikuti Intermediate Training pada organisasi mahasiswa ekstra kampus yang saya bergiat di organisasi tersebut ketika itu. Tajuk makalahnya masih ingat betul, yaitu “Teknologi dan Teralienasinya Manusia; Menyibak Relung-Relung Akal dan Hati”. Makalah tersebut khusus membahas mengenai Nilai-Nilai Dasar Perjuangan organisasi mahasiswa sebagai rumah ke-dua tempat saya berteduh...

Selasa, 29 September 2015

Negeri Gelap Buta

Alkisah suatu negeri Bertempat di bawah bayu Hutannya lebat menghijau Mentarinya terang merandang Udaranya sejuk membelai Airnya jernih berkaca-kaca Alamnya kaya sentiasa makmur Penduduknya ramah bersahabat Syahdan zaman beralih masa Dahulu berdaulat, kini terjajah Dahulu beraja, kemudian dibenamkan Dahulu bermartabat, kini di bawah kaki kuasa Dahulu bertamaddun, alahai sayang kini gelap buta Di bawah kaki penjajah tak dapat buat apa-apa Penduduknya...

Jumat, 11 September 2015

Raja Haji Melawat Pontianak

Alkisah maka tersebut perkataan Pangeran Syarif Abdurrahman bin Sayyid Asy-Syarif Husain Al-Qadri. Syahadan adalah Pangeran Syarif Abdurrahman itu bundanya orang Matan. Adapun ia mendapat gelaran Pangeran itu di dalam negeri Banjar tatkala ia beristerikan anak saudara Sultan Banjar yang bernama Ratu Syahar Banun. Syahdan adapun Pangeran Syarif Abdurrahman itu sudah memang ia beristerikan puteri Opu Daeng Menambon yang bergelar Pangeran Emas Seri...

Senin, 07 September 2015

Piagam Persetudjuan antara RI dan BFO

Piagam Persetudjuan antara Delegasi Republik Indonesia dan Delegasi Pertemuan Untuk Permusjawaratan Federal (Bijeenkomst Federaal Overleg) tentang rentjana Konstitusi Republik Indonesia Serikat. Pada hari Sabtu tanggal dua-puluh sembilan bulan Oktober tahun seribu sembilan-ratus empatpuluh sembilan kami Delegasi Republik Indonesia dan Delegasi Pertemuan Untuk Permusjawaratan Federal (Bijeenkomst Federaal Overleg) jang melangsungkan persidangan kami...

Senin, 17 Agustus 2015

Penjajahan yang Dirayakan

Banyak negeri di kepulauan yang terlampau luas ini merayakan sesuatu yang tak sepatutnya dirayakan. Apakah gerangan itu? Negeri-negeri yang hingga kini masih dijajah itu rutin bertahun-tahun merayakan penjajahan atas negerinya. Dan inilah keberhasilan pusat kekuasaan merekayasa pikiran setiap manusia di berbagai negeri yang dijajahnya itu. Sehingga setiap manusia di berbagai negeri tersebut selama berpuluh-puluh tahun hinggalah kini tak sadar yang...

Sabtu, 04 Juli 2015

Puisi Buya Hamka untuk Muhammad Natsir

Kepada Saudaraku M. Natsir Meskipun bersilang keris di leher Berkilat pedang di hadapan matamu Namun yang benar kau sebut juga benar Cita Muhammad biarlah lahir Bongkar apinya sampai bertemu Hidangkan di atas persada nusa Jibril berdiri sebelah kananmu Mikail berdiri sebelah kiri Lindungan Ilahi memberimu tenaga Suka dan duka kita hadapi Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi Ini berjuta kawan sepaham Hidup dan...

Rabu, 10 Juni 2015

Bahasa Melayu Sejatinya

Pada zahirnya, bahasa indonesia itu adalah Bahasa Melayu. Tak ada yang dapat disangkal-sangkal berkaitan dengan hal dimaksud. Lingua Franca di Kepulauan Melayu ini adalah Bahasa Melayu, itu pun juga tak lah dapat disangkal-sangkal tentunya. Tapi bagaimana pula penyebutannya/namanya sebagai Bahasa Nasional di tiap negara di Kepulauan Melayu ini, perihal tersebut yang masih silang sengkarut. Belum lagi ihwal klaim bahasa persatuan tersebut berasal...

Selasa, 09 Juni 2015

Di Sebalik Ubah-Suai Muka Laman

Muka Laman Blog Arus Deras yang lama Sekira Ahad dinihari (31 Mei 2015), tepatnya di Villa Kahuripan, Kemang, Bogor, muka laman blog ini pun berganti. Kala itu sedang berlangsung Latihan Kader 1 (LK 1) HMI KOMFASTEK Cabang Ciputat yang dilaksanakan dari 29 hingga 31 Mei 2015. Hampir lima tahun muka Laman Blog Arus Deras ini belum berganti lagi dengan tampilan muka laman yang baru. Fokus Laman Blog Arus Deras memang lebih kepada isi. Sementara...

Jumat, 22 Mei 2015

Musik Motivasi Setahun Silam

Adalah "Bang Dwi Bebeck" kami akrab menyapanya. Seorang musisi kreatif, itu kiranya yang patut disandangkan kepadanya. Kini Bang Dwi Bebeck lebih banyak bergerak di bidang usaha Craft. Pengalamannya di bidang musik tentu tak dapat disangkal-sangkal. Murid yang ia didik juga tak sedikit. Sekira lebih setahun yang lalu kenal dan berjumpa dengannya. Ketika itu Bang Dwi Bebeck (nama lengkapnya yaitu Dwi Agus Prianto) sedang mengusung Musik Motivasi,...

Kamis, 30 April 2015

Pontianak Singgah Palembang

Lebih setahun yang lalu, di Kedai Lentera (tepatnya di pelantar kantor Lentera Timur waktu itu) bersama kawan-kawan sedang khidmat mengikuti Bincang Petang dengan tajuk “Membaca Riwayat Depok”. Bincang Petang kali ini menghadirkan Wenri Wanhar yang merupakan penulis buku bertajuk “Gedoran Depok: Revolusi Sosial di Tepi Jakarta, 1945–1955”. Sungguh bincang-bincang yang dimulai sekira jam empat atau lima petang kala itu amat menarik. Di sela-sela...

Kamis, 23 April 2015

Kaum Buta Huruf

Orang-orang tua di kampongku (di dalam Negeri Pontianak) pada suatu masa dahulu pernah digolongkan sebagai kaum buta huruf. Tapi apakah mereka betul-betul buta huruf? Nyatanya mereka sangat pacak nan pandai baca-tulis Arab dan Arab Melayu. Lalu apa musababnya sehingga mereka digolongkan sebagai kaum buta huruf? Tiada lain jawabannya, karena mereka tak pandai baca-tulis Latin. Di gedung sekolah kami ketika itu, kalau pagi hingga siang kelasnya berisi...

Rabu, 22 April 2015

Ketika Arab Melayu Dibenamkan di Negeri Sendiri

Bilakah Abjad Arab Melayu mula digunakan di kalangan Bangsa Melayu? Sudah berabad-abad silam tentunya Abjad Arab Melayu diamalkan dan diguna-pakai oleh Bangsa Melayu. Setidak-tidaknya bermula pada masa Islam sudah betul-betul mewujud sebagai kekuatan politik pada masa itu dalam bentuk kerajaan-kerajaan Islam (kesultanan-kesultanan). Bahkan bisa jadi lebih awal lagi dari masa-masa yang dimaksud. Bisa lebih awal maksudnya yaitu bisa lebih awal lagi...

Jumat, 06 Februari 2015

Menyikapi Dilema di Negeri Pontianak

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Salut terhadap upaya generasi negeri saat ini, yang peduli dengan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal (local wisdom) yang pada zaman dahulu pernah mengantarkan negeri ini meraih kejayaannya. Terlihat geliat semangat ada pada para generasi muda negeri yang gigih menelusuri jejak sejarah kebesaran para leluhur di bumi bertuah ini. Bagaimana kita dapat menghargai semuanya ini, jika kita buta dan tidak mau peduli terhadap...