Hikayat Dunia

Kita hanya pengumpul remah-remah | Dari khazanah yang pernah ada | Kita tak lebih hanya penjaga | Dari warisan yang telah terkecai ||

Sabtu, 19 November 2011

Kalbu yang Damai

Wahai jiwa yang tenang, jangan kau hitung gerimis itu, jangan kau hitung tetesan hujan itu, jangan kau hitung... Wahai hati yang lapang, jangan kau kenang yang sudah-sudah, jangan kau perturutkan gundah gulana dan gelisah, jangan... Wahai kalbu yang damai, biarkanlah lonceng itu berdentang seperti semula, kadang ia gaung bergema, kadang pula lirih mengalir di persada rasa Wahai sukma yang sentausa, jikalau telah ter'azamkan butiran...

Sabtu, 12 November 2011

Mozaik Borneo

"Tahun 400 Zaman Mulawarman". [termaktub pada Batu Bertulis di Kutai Lama (batas Samarinda), tulisannya di dalam Bahasa Sanskrit] "Senkala Tahun 110. Hidup Mati. Suwarga." [termaktub pada Batu Bertulis (masyarakat setempat menyebutnya “Monggo Bata”) di Sanggau (Borneo Barat)] Sekitar tahun 400 Masehi, Borneo telah memasuki zaman sejarah dengan ditemukannya Prasasti Yupa peninggalan Kerajaan Kutai. Tiga kerajaan besar di Bumi Borneo yaitu:...

Kamis, 03 November 2011

Menulis Bagai Menyusun Puzzle

Menelusuri jejak langkah yang membekas di jalan setapak demi setapak dengan cara menulis, sambil mengumpulkan puzzle yang telah terserak tercerai berai entah ke mana. Menulis itu bagaikan menyusun puzzle yang ada di dalam pikiran. Dengan menulis, maka puzzle yang tercerai-berai itu tersusun menjadi sesuatu yang berarti. Yang pertama harus ditulis adalah menulis itu sendiri. Ketika huruf pertama tergores, maka akan terus bermunculan huruf-huruf...