Hikayat Dunia

Kita hanya pengumpul remah-remah | Dari khazanah yang pernah ada | Kita tak lebih hanya penjaga | Dari warisan yang telah terkecai ||

Kamis, 30 April 2015

Pontianak Singgah Palembang

Lebih setahun yang lalu, di Kedai Lentera (tepatnya di pelantar kantor Lentera Timur waktu itu) bersama kawan-kawan sedang khidmat mengikuti Bincang Petang dengan tajuk “Membaca Riwayat Depok”. Bincang Petang kali ini menghadirkan Wenri Wanhar yang merupakan penulis buku bertajuk “Gedoran Depok: Revolusi Sosial di Tepi Jakarta, 1945–1955”. Sungguh bincang-bincang yang dimulai sekira jam empat atau lima petang kala itu amat menarik. Di sela-sela...

Kamis, 23 April 2015

Kaum Buta Huruf

Orang-orang tua di kampongku (di dalam Negeri Pontianak) pada suatu masa dahulu pernah digolongkan sebagai kaum buta huruf. Tapi apakah mereka betul-betul buta huruf? Nyatanya mereka sangat pacak nan pandai baca-tulis Arab dan Arab Melayu. Lalu apa musababnya sehingga mereka digolongkan sebagai kaum buta huruf? Tiada lain jawabannya, karena mereka tak pandai baca-tulis Latin. Di gedung sekolah kami ketika itu, kalau pagi hingga siang kelasnya berisi...

Rabu, 22 April 2015

Ketika Arab Melayu Dibenamkan di Negeri Sendiri

Bilakah Abjad Arab Melayu mula digunakan di kalangan Bangsa Melayu? Sudah berabad-abad silam tentunya Abjad Arab Melayu diamalkan dan diguna-pakai oleh Bangsa Melayu. Setidak-tidaknya bermula pada masa Islam sudah betul-betul mewujud sebagai kekuatan politik pada masa itu dalam bentuk kerajaan-kerajaan Islam (kesultanan-kesultanan). Bahkan bisa jadi lebih awal lagi dari masa-masa yang dimaksud. Bisa lebih awal maksudnya yaitu bisa lebih awal lagi...