Jumat, 12 Desember 2008

Sekolah di Masa Kecil

SD Negeri 11 Pontianak Timur, itulah sekolah yang pertama kali kumasuki selama hidupku (tahun 1988). Guru-guru yang begitu menawan ada di sekolah dasar kampungku ini. Kepala sekolahnya adalah Pak Kasdi, yang beberapa tahun kemudian digantikan oleh Ibu Zaleha.

Guru kelas 1 adalah Ibu Maemunah (kalau tak salah), yang beberapa bulan atau mungkin setahun kemudian diganti oleh Ibu Siti Hawa.

Ibu Maemunah adalah guru yang cukup garang menurutku dan teman-temanku ketika itu. Sedangkan Ibu Siti Hawa adalah guru yang tak terlalu garang, walaupun mungkin ada juga hal-hal yang tak kami sukai darinya.

Melalui tangan dingin mereka lah, kami para anak Melayu yang buta aksara ini lambat-laun menjadi bisa membaca, menulis, dan berhitung. Begitu besar jasa mereka kepada kami, yang mungkin hingga kini tak pernah bisa kami balas.

Pada kelas berikutnya, semakin bertambahlah guru kami. Ada Ibu Selvi yang mengajar Bahasa Indonesia, Ibu Nurhayati yang mengajar Matematika dan IPA (dan mungkin masih banyak lagi mata pelajaran yang ia ajar, karena seorang guru SD biasanya memang memegang lebih dari satu mata pelajaran), Ibu Netty mengajar Agama Islam, Pak Raqib yang mengajar Olahraga, dan beberapa guru lainnya yang aku sudah lupa nama-namanya, beberapa guru juga ada yang dipindahkan ke sekolah lain yang kemudian diganti oleh guru yang baru. Ada satu lagi yang tak pernah kulupa, yaitu pembantu sekolah kami yang biasa dipanggil Pak Dolah. Orangnya lucu, kadang juga suka ngomel, tapi dia baik, kami biasa membantu pekerjaannya (atau lebih tepatnya dialah yang minta dibantu). Yang pasti hal-hal yang bisa kami kerjakan, seperti mengangkat meja dan bangku, lemari, mencuci gelas dan piring.

Walaupun Pak Dolah hanya seorang pembantu sekolah, tapi ia sudah kami anggap sebagai guru dan orang tua kami. Melalui mulutnya, kami diberi nasehat yang begitu berarti bagi kehidupan kami. Ia juga sering bercerita mengenai anaknya yang sudah berhasil menjadi sarjana. Melalui Pak Dolah, semangat kami terlecuti untuk menjadi orang yang berpendidikan tinggi, yang berguna bagi umat dan bangsa, dan juga bagi orang tua kami. [Hanafi Mohan]
Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar