Kamis, 28 Maret 2013

Republik yang Kegagalannya Menakjubkan


Bismillãh.

indonesia menjadi the stunning failure of the republic dengan rentetan dosa besar masa lalu, kini, dan nanti. Sejarah yang semakin hari semakin dipertanyakan dan tak lagi menjadi kenangan historikal yang menginspirasi generasi penerus, apanya yang ingin diteruskan? Tentang konspirasinya? Tentang fasisme terselubungnya dengan pengejawantahan demokrasi yang sama sekali tak demokratis ala nasionalisme pancasilais militeristik applied approach.

Demi Allah yang hanya Dia satu-satunya Tuhan yang belum diakui dengan jujur oleh negara ini.

Bukan istighasah yang dibutuhkan, atau reformasi lagi, atau perumusan neo konspirasi partai-partai untuk indonesia via lembaga yang tak mewakili siapa-siapa itu, atau puluhan komisi/panitia/badan khusus, apalagi sekedar curhatan nasional yang secara normatif menyampaikan himbauan "mari kita introspeksi diri, menahan diri, evaluasi, meminimalisir tindak korupsi, nepotisme dan sebagainya", dan sebagainya.

Rumuskan kembali bentuk negara ini. Sepertinya ada sesuatu yang benar-benar sangat dipaksakan yang sepertinya sudah usang, yang sepertinya tumpang-tindih muatan kepentingan dari "Luar dan Dalam" sudah terlalu akut.

Kata-kata “KESATUAN” itu sangat tak manusiawi, banyak sekali pengingkaran demi pengingkaran menghiasinya.

Kami butuh bangsawan bukan pengusahawan, yang dalam rumusan kenegaraannya mengedepankan stabilisasi semua lini, bukan yang lelap di kala prinsip namun segar bugar saat anggaran dinukil.

Atau saling mengucapkan selamat tinggal itu menjadi satu-satunya jalan, sebab menginginkan kemerdekaan itu kebutuhan dasar, bukan dosa besar. Toh jika itu terjadi, kita masih bisa terus melanjutkan silaturrahim. Tiada lain dan tiada bukan, sebab menurut Firman Tuhan kami, bahwa Dia tidak akan mengubah nasib bangsa seperti kami ini, melainkan kami yang harus mengubah nasib kami sendiri.

Adakah kalian bertuhan seperti kami?



Penulis: Donny Iswara


Sumber Gambar: http://erywijaya.wordpress.com/


Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar