Minggu, 15 Maret 2009

(7) Memilih antara Memoar atau Fiksi Belaka

Indonesia memilih, itulah mungkin yang sebentar lagi akan dihadapi oleh seluruh rakyat Indonesia. Pekerjaan memilih adalah pekerjaan yang cukup membingungkan. Setidaknya ada beberapa pilihan ketika kita memilih: Pertama, memilih untuk memilih atau tidak memilih. Kedua, memilih di antara dua pilihan yang sama baiknya. Ketiga, memilih di antara dua pilihan yang sama buruknya. Keempat, memilih di antara yang baik atau yang buruk. Memilih yang paling mudah adalah yang terakhir, yaitu jika di hadapan kita ada pilihan untuk memilih yang baik atau yang buruk, maka kita pasti dengan mudah akan memilih yang baik. Namun terkadang pilihan-pilihan yang ada di dunia ini tidaklah semudah itu. Yang baik kadang terlihat buruk, dan yang buruk terkadang terlihat baik.

Dalam menulis novel perdanaku kini, aku dihadapkan pada pilihan yang tak mudah, yaitu memilih antara memoar atau fiksi belaka. Dilihat secara kasat mata, memang merupakan memoar, walaupun bukanlah memoar murni, karena memang waktunya cukup panjang, setidaknya novel ini berlangsung sekitar 20 tahun. Sehingga dalam rentang waktu yang cukup panjang itu, kiranya aku hanya menulis dengan ingatan. Karena itulah, terkadang bias dan tidak akurat. Kemudian aku berpaling ke fiksi belaka, sehingga aku harus mengubahnya secara total. Tapi ketika mencoba menulisnya menjadi fiksi belaka, ternyata aku tersendat, ceritanya tidak hidup dan tidak mengalir. Sedangkan ketika aku posisikan sebagai memoar, aku menulisnya begitu lancar.

Kedua orientasi ini kemudian aku benturkan, sehingga muncullah inspirasiku, yaitu: memoar, sekaligus fiksi, fiksi sekaligus memoar. Memoar fiksi atau fiksi memoar. Inilah inspirasiku untuk sementara ini mengenai novel yang kini bagian awalnya sudah hampir rampung. Mudah-mudahan selanjutnya akan lancar-lancar saja.

Sekian dulu. Selanjutnya aku mau mengerjakan pekerjaan rutinku. Targetku, pekerjaan ini selesai paling tidak 3 hari. Jika hari ini mulai dikerjakan, setidaknya hari Senin sudah selesai. Mudah-mudahan pekerjaanku lancar saja. Bye. [Hanafi Mohan]


Ciputat, Sabtu 14 Maret 2009 / 20.00 – 20.37 WIB
Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar