Jumat, 13 Maret 2009

(6) Menyunting Ketat dan Longgar

Saat ini baru saja aku selesai menyunting lima tulisan, rata-rata tulisannya agak ringan. Sebelumnya aku juga telah menyunting dua tulisan, rata-rata agak berat. Seorang penulis harus mengkritisi tulisannya sebelum tulisannya itu dikritisi oleh orang lain. Seorang penulis harus mampu membuat tulisan yang dipahami oleh siapapun. Seorang penulis harus bisa menyusun ulang tulisannya, mengeliminir kesalahan pada tulisannya, dan semacamnya. Mungkin itulah sedikit semangat yang ada pada proses penyuntingan tulisan.

Cara penyuntingan umumnya sama saja. Bagiku, penyuntingan disesuaikan dengan jenis tulisan dan segmen pembacanya. Jika jenis tulisan tersebut adalah tulisan serius maka sudah semestinya aku melakukan penyuntingan yang agak ketat. Namun jika tulisannya adalah tulisan ringan dan agak pendek, maka biasanya aku melakukan penyuntingan yang agak longgar.

Selain itu, segmen pembaca juga mempengaruhi proses penyuntingan. Jika segmen pembaca tersebut agak beragam, maka bahasa yang agak berat dan tidak familiar sebaiknya diganti dengan bahasa yang ringan, mudah dimengerti, dan familiar dengan pembaca secara umum. Jika segmen pembacanya cukup terbatas, tentu bahasanya kita sesuaikan dengan bahasa untuk segmen pembaca yang terbatas itu. Jika segmennya adalah kalangan akademis, maka penggunaan bahasa ilmiah adalah suatu kewajaran. Tapi yang patut diingat, bahasa yang ilmiah dan berat belum tentu menjadikan tulisan tersebut menjadi baik dan berkualitas.

Jadi lagi-lagi, kita harus pandai-pandai membidik segmen pembaca, pandai-pandai menyesuaikan bahasanya, dan juga pandai-pandai bergaya bahasa yang memikat.

Ada saatnya kita menyunting agak ketat, dan pada saat yang lain mungkin kita menyunting agak longgar. Disesuaikan saja jenis tulisannya, dan konteksnya seperti apa. Atau terkadang juga ada tulisan yang kita sunting dengan variasi penyuntingan yang ketat sekaligus longgar.

Biasakanlah menyunting, karena nantinya ketika tulisan itu masuk ke media, maka pasti akan disunting lagi oleh editor di media tersebut. Semakin cermat kita menyunting tulisan kita, maka akan semakin sedikitlah tulisan itu disunting oleh editor media. Dengan begitu, maka tulisan kita yang dimuat di media sesuai dengan apa yang kita tulis, karena tidak terlalu banyak melalui proses penyuntingan oleh editornya. Biasanya editor media akan lebih cenderung memilih tulisan yang minim kesalahan dan sesuai dengan syarat tulisan yang akan dimuat di media tersebut. [Hanafi Mohan]


Ciputat, Kamis, 12 Maret 2009 / 15.09-15.50 WIB
Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar