Selasa, 03 Maret 2009

(6) Asyiknya Menulis

Tanyakanlah kepada para penulis, mengapa mereka menulis? Kemungkinan jawabannya akan beragam. Tanyakanlah pula, apa yang dirasakan ketika mereka menulis? Ini jawabannya juga akan beragam. Tapi paling tidak mereka juga akan menjawab, bahwa menulis itu mengasyikkan. Karena kalau tidak, tentunya mereka sudah meninggalkan aktivitas yang mungkin bagi sebagian orang banyak menguras tenaga dan pikiran ini. Apakah memang benar menulis itu asyik?

Setiap aktivitas memang harus dikondisikan senyaman mungkin. Karena kalau tidak, aktivitas tersebut tentunya akan dilakukan terpaksa, tertekan, dan tidak ikhlas. Implikasinya, aktivitas yang dilakukan dengan tidak nyaman tentunya akan menghasilkan sesuatu yang tidak optimal. Apalagi menulis, yang dalam aktivitas satu ini berbagai hal akan begitu mempengaruhinya, termasuk juga perasaan hati.

Bagaimanakah menjadikan aktivitas menulis sebagai sesuatu yang mengasyikkkan? Mungkin di benak anda ada pertanyaan seperti ini. Kadang ada saatnya suasana hati begitu tidak nyaman ketika menulis. Sehingga layar komputer kita pelototi saja tanpa ada satu kata pun yang tertulis. Inilah yang namanya perasaan.

Suasana dan perasaan tidak nyaman tersebut sebenarnya bisa kita atasi, bahkan bisa dimanfaatkan untuk menulis. Caranya, tuliskan perasaan tersebut. Lho kok disuruh menulis, sedangkan hati ini sedang tidak nyaman? Itulah bedanya menulis dengan aktivitas lain.

Ketidaknyamanan hati memang pada dasarnya bisa diatasi dengan menuliskan perasaan itu. Tapi hal ini bukanlah satu-satunya cara. Suasana nyaman itu harus diciptakan, antara lain dengan menuliskannya. Menciptakan suasana nyaman juga bisa dilakukan dengan beragam cara. Carilah suasana lain yang mungkin bisa mengantar untuk memasuki suasana nyaman yang diharapkan. Tinggalkan rutinitas, karena rutinitas itu menjemukan.

Lakukan hal-hal yang anda sukai. Dengan melakukan sesuatu yang anda sukai, maka suasana nyaman itu lambat-laun akan mendekati. Ketika suasana nyaman itu hadir, maka aktivitas apapun yang anda lakukan akan jadi menyenangkan. Sehingga jangan heran jika ada orang yang bisa berjam-jam menulis. Jangan heran jika orang seperti ini tahan berlama-lama di depan layar komputer menuangkan ide, pikiran, dan gagasannya. Jangan heran pula jika orang seperti ini seperti tak peduli dengan keadaan di sekitarnya.

Jika menulis sudah menjadi suatu yang menyenangkan, maka tak ayal lagi aktivitas yang satu ini akan terus digeluti oleh orang yang bersangkutan. Apalagi menulis sudah menjadi semacam kegiatan wajib, sehingga jika tidak menulis seakan-akan ada yang kurang di dalam hidupnya. Ada juga yang telah menjadikan menulis bagaikan merokok. Jika tidak merokok, maka mulutnya akan masam, serta kepalanya menjadi pusing. Begitu juga kalau tidak menulis, mungkin jari-jarinya menjadi kaku dan pikirannya menjadi beku. Inilah yang namanya kecanduan menulis. Waduh, jangan-jangan nanti ada fatwa haram menulis.

Itulah menulis, aktivitas yang sebenarnya mengasyikkan. Tapi banyak yang belum tahu akan hal ini. Mudah-mudahan anda tidak termasuk orang yang tak tahu bahwa menulis itu sungguh mengasyikkan. Semoga [Hanafi Mohan/Ciputat, 3 Maret 2009]
Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar