Kamis, 05 Maret 2009

(7) Menulis secara Konsisten

Fokus adalah kata kunci setiap aktivitas yang kita lakukan. Untuk melakukan perbuatan jahat saja orang harus fokus, apalagi perbuatan yang memang benar-benar baik. Jika anda yakin bahwa menulis adalah perbuatan baik, maka sudah saatnya anda untuk fokus pada kegiatan yang satu ini.

Pada awalnya memang untuk fokus itu begitu sulitnya. Jangankan kegiatan yang begitu menguras tenaga dan pikiran seperti menulis, kegiatan beristirahat seperti tidur pun kadang begitu susahnya untuk fokus. Karena begitu ingin fokusnya, kadang mata pun jadi semakin sulit terpejam. Hal ini mungkin saja menimpa kegiatan menulis, yaitu semakin kita ingin fokus, hingga tak satu pun tulisan yang bisa dihasilkan. Ironisnya lagi, jangankan suatu tulisan, satu kata pun tak tergoreskan di alat tulis kita.

Kini anggaplah anda sudah bisa fokus menulis, lantas selanjutnya apa lagi? Selanjutnya, ya menulis. Tapi mau menulis apa? Menulis saja apa yang mau anda tulis. Tapi kan yang mau saya tulis itu banyak? Wah, ini berarti anda belum bergerak ke arah fokus yang selanjutnya. Apa itu? Menulislah secara konsisten.

Kalau mau disempitkan lagi, menulis secara konsisten adalah menulis satu tema saja. Kalau anda baru belajar menulis, memang kadang timbul keinginan hati untuk menulis berbagai hal. Tidak salah memang. Menulis berbagai hal setidaknya akan membantu untuk menuju ke satu hal yang lebih terarah. Ini adalah proses menuju ke suatu arah yang lebih fokus, ke suatu tempat yang lebih terang, ke suatu hal yang lebih menarik dibandingkan hal-hal yang lainnya.

Jika anda sudah menetapkan pilihan untuk konsisten pada satu tema, langkah selanjutnya adalah mengurai tema tersebut menjadi beberapa bagian. Bisa jadi setelah melakukan hal ini, anda akan menemukan lagi suatu tema yang lebih fokus dari tema sebelumnya. Jika tema sebelumnya adalah tema yang masih begitu besar, maka tema yang baru ditemukan tersebut adalah tema yang lebih rinci lagi, dan kita tertarik untuk hal tersebut.

Memang seperti itulah adanya. Semakin tema yang kita bidik itu fokus, maka akan semakin terarahlah tulisan kita. Tapi tentunya patut juga diingat, jangan sampai anda gamang dengan pilihan-pilihan itu. Jangan sampai anda dibingungkan untuk memilih suatu tema yang begitu fokus. Mantapkan saja pilihan anda. Pada proses yang berjalan kemudian, tentunya anda akan menemukan hal yang dianggap fokus tersebut.

Anda kini sudah mantap pada satu tema pilihan. Diakui atau tidak, sesempit apapun tema yang dipilih itu, maka ia tetaplah besar, karena masih bisa dipersempit lagi. Langkah selanjutnya adalah mempersempit tema pilihan anda itu menjadi beberapa sub tema (kategori). Kategori ini juga masih bisa dipersempit lagi menjadi beberapa sub kategori. Persempit terus, sehingga semakin fokuslah tulisan anda nantinya. Semakin dipersempit, maka akan semakin fokus. Semakin fokus, maka semakin baik.

Kini lihatlah, anda sudah memiliki begitu banyak kategori tulisan yang khas dan unik. Agar semakin unik dan bernuansa, kategori-kategori tersebut bisa saja anda kombinasikan antara satu kategori dengan kategori lainnya. Selanjutnya, anda juga bisa langsung membuat judul-judul artikel dari setiap kategori yang ada. Atau bisa juga judul artikel tersebut anda dapatkan dari sub kategori atau kategori itu sendiri yang dijadikan sebagai judul artikel. Jangan terlalu dibingungkan dengan pilihan-pilihan judul artikel. Biarkan memori asosiasi dan pikiran kreatif anda yang bekerja.

Selanjutnya, anda bisa langsung menulis tiap-tiap artikel. Usahakan untuk fokus pada satu kategori. Teruslah konsisten pada tema tulisan anda. Dengan begini, maka tulisan-tulisan anda akan terkonstruksi jelas arah dan tujuannya.

Menulis secara konsisten perlu dilakukan, karena terlalu banyak hal di dunia ini jika ingin ditulis. Sebagai penulis, maka anda harus pandai-pandai membidik pembaca. Biasanya, pembaca lebih senang membaca tulisan dari penulis yang menulis secara konsisten mengenai suatu hal. Menulislah secara konsisten, dan konsistenlah menulis. [Hanafi Mohan/Ciputat, Rabu 4 Maret 2009]
Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar