Senin, 21 Januari 2008

Kebebasan, Kegembiraan, dan Futsal Ibu-ibu

Kebebasan, Kegembiraan, dan Futsal Ibu-ibu

Oleh: Hanafi Mohan




Suasana 17 Agustus-an masih begitu terasa di sekitar lingkungan kosanku. Tadi pagi ada lomba gerak jalan santai. Dan sore tadi (beberapa jam yang lalu), kulihat ada pertandingan futsal untuk ibu-ibu. Bagiku, pertandingan futsal ibu-ibu itu begitu lucunya. Walaupun sekarang sudah lumrah saja perempuan bermain sepakbola. Tapi tetap saja, jika yang bermain sepakbola itu adalah ibu-ibu yang anaknya entah sudah berapa, tentu saja pertandingan futsal (sepakbola mini) tersebut akan terasa lucu dan cukup menghibur.

Jangankan sepakbola, olahraga tinju pun kini sudah ada yang dilakoni oleh perempuan. Jika kita lihat hal-hal seperti ini, bahwa dalam beberapa sisi, sekat-sekat antara dunia laki-laki dengan dunia perempuan kini sudah semakin hilang. Walaupun secara kodrati, laki-laki tetaplah laki-laki, begitu juga perempuan tetaplah perempuan.

Di alam kebebasan ini, siapapun bebas mengekspresikan tindakannya. Dalam “Pertandingan Futsal Ibu-ibu” tadi sungguh merupakan ekpresi kebebasan (kemerdekaan) yang cukup menggembirakan dan menghibur orang-orang sepertiku ini. [Aan]

Ciputat, Minggu-19 Agustus 2007

Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar