Senin, 21 Januari 2008

Dunia Yang Penuh Kepalsuan (Kamuflase)

Dunia Yang Penuh Kepalsuan (Kamuflase)

Oleh: Hanafi Mohan



Duniaku kini adalah dunia yang penuh dengan kepalsuan. Agamanya adalah kepalsuan. Bertuhankan kepalsuan. Karena hanya agama kepalsuan-lah yang sanggup untuk menghancurkan sesame manusia. Karena hanya agama kepalsuan-lah yang sanggup menyatakan, bahwa kami benar sedangkan yang lain salah. Hanya agama kepalsuan-lah yang sanggup menyatakan bahwa kami lurus, sedangkan yang lain sesat. Hanya agama kepalsuan-lah yang tega mengkafirkan yang lainnya. Sehingga Tuhan yang disembahnya-pun tak lain adalah tuhan-tuhan kepalsuan.

Di duniaku kini, ketika suatu janji diucapkan, maka sekaligus di saat itu janji tersebut takkan pernah ditepati dan takkan pernah dipenuhi. Ketika seseorang mengucapkan janji, maka di saat itu pula-lah janji tersebut akan diingkarinya.

Tapi, apa yang mau dikatakan lagi. Kini, setiap hari kita memang selalu disuguhi berbagai macam kepalsuan. Dan yang tak dapat dipungkiri juga, bahwa kepalsuan dan ketidakpalsuan itu ternyata samara, sehingga kita begitu sulitnya untuk membedakan.

Hidup kini memang selalu bersentuhan dengan kepalsuan, walaupun sedikit. Bahkan kita sebenarnya setiap hari selalu hidup dan berada di dalam kepalsuan itu. Karena kepalsuan sudah menjadi realita kehidupan kita kini. Mungkin keseharian kita takkan lengkap tanpa adanya kepalsuan itu.

Setiap hari kita menonton kepalsuan di televise. Tapi mungkin itulah sedikit hiburan di tengah ketidakpastian hidup dan di tengah kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat.

Tapi sebenarnya kita bukan hanya menonton kepalsuan di televisi, di kehidupan sehari-hari pun selalu kepalsuan yang kita hadapi. [Aan]


Ciputat, Minggu-15 Juli 2007

Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar