Kamis, 15 November 2012

Mim Lam Ya



- Mim -

Kami...
Butiran pasir...
Dihempas diterjang ombak badai
Terserak ke serata samudera
Bertabur-biar di persada dunia


- Lam -

Umpama butiran pasir
Kami...
menjelma pantai
di tepi lautan
Alahai berjuta pesona
Menjadi gerbang
pintu gemilang peradaban


- Ya -

Lah pasir
bertebaran segenap penjuru
Lah pantai
kilau berkilau sepanjang tepian
Lah pulau
tempat labuhnya insan
Lah benua
di sini seminya cita tamaddun
Lah laut
zaman berzaman daulat bahari
Lah samudera
arungi hingga semesta bumi


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hanafi Mohan
Tanah Betawi, 28 Dzulhijjah 1433 Hijriyah - 1 Muharram 1434 Hijriyah /
13 - 15 November 2012 Miladiyah

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Sumber Foto: http://www.matatita.com/

Puisi ini sebelumnya telah dimuat secara terpisah tiga hari berturut-turut pada Update Status FB Hanafi Mohan, yaitu pada hari Selasa 13 November 2012, Rabu 14 November 2012, dan Kamis 15 Desember 2012.

Puisi ini dimuat kembali pada Laman Blog "Arus Deras"

Reaksi:

1 ulasan:

  1. an...... tulisan mu mengugah cita rasa berbangsa dan berbahasa, " tak ade laot yang aek nye tak asin, tak ade sungai yang tak berulu,tak ade hidop yang tak mati....bejaye dinegeri orang betuan dinegri sorang... bertahan nye hidop tentulah ade perjuangan, jika hanyut di arus deras carilah batang untuk pegangan...."

    BalasHapus