Kamis, 04 Februari 2010

Ketika Kerbau Berdemonstrasi

Setelah cicak, buaya, tikus, ayam, gurita, dan macam-macam jenis binatang lainnya menjadi pesan berupa simbol yang disampaikan para demonstran, kini hewan bangsa mamalia dari suku kerbau yang menjadi perhatian khalayak Negeri Antah Berantah ini. Hal tersebut tak lain karena kerbau yang biasanya membajak sawah itu telah berani menampakkan batang hidungnya di jalanan dan menjadi pesan berupa simbol yang disampaikan oleh para demonstran.

Pesan yang disampaikan oleh para demonstran berupa simbol "kerbau" itu ternyata kena ke sasaran. Bahkan Bapak Presiden Negeri Impian yang katanya santun dan beretika itu pun jadi panas telinganya, hingga berbusa-busa mulutnya curhat dan mengeluh di hadapan rapat bersama para pejabat negerinya.

Dahsyat memang binatang bernama kerbau itu. Jika margasatwa lainnya cukup dibawa gambar, patung, ataupun bonekanya, maka kini kerbaunya langsung yang dengan sukarela turun ke jalan menyampaikan aspirasi, pendapat, dan isi hatinya yang paling dalam mengenai kebobrokan negeri dongeng ini.

Lebih dahsyat lagi, banyak pengamat dadakan muncul di layar kaca pada salah satu acara di pagi hari di salah satu stasiun televisi swasta, antara lain yaitu petinggi Dewan Pers dan Pendukung Sang Presiden yang kedua-duanya sudah pandai-pandai menasehati Sang Demonstran mengenai demokrasi yang beretika. Bukan hanya menasehati, bahkan cenderung memarahi, menekan, dan menyalahkan cara demonstrasi yang dilakukan Sang Demonstran.

Alamak, cukuplah Presiden Sang-kerBau-nYaa yang lebay dan super sensi itu yang berbusa-busa mulutnya curhat di hadapan para pejabat dan rakyat demi menanggapi demonstrasi yang menurut beliau menyinggung dirinya itu. Selanjutnya, biarkan rakyat yang menilai siapakah yang dewasa dalam hal ini, Kerbau atau Presiden Sang-kerBau-nYaa, demonstran atau penguasa zalim Republik Mimpi Buruk alias Negeri Para Bedebah ini. [Hanafi Mohan-Ciputat, Kamis 4 Februari 2010]



Sumber gambar: http://beritafenomenal.wordpress.com/


Tulisan ini dimuat di: http://hanafimohan.blogspot.com/

Reaksi:

2 ulasan:

  1. itulah presiden sekarang terlalu banyak pemikiran,..sampai2 dia mengalkihkan pemikiran tentang pembangun an negara ke pemikiran tentang demo dan kerbau,..

    BalasHapus
  2. Apa mau dikata, begitulah keadaannya pemimpin kita tsb..., kita tinggal berdoa mudah2an yg akan datang kita akan mendapatkan pemimpin yg lebih adil, lebih bijaksana, tdk zalim, sehingga negara ini akan mengalami kemajuan yg sebesar-besarnya, rakyat pun menjadi makmur dan sejahtera.

    BalasHapus