Jumat, 13 Maret 2009

(1) Bingung Mau Menulis Apa, hingga Perutku Lapar

Dalam beberapa hari ini, perhatianku begitu tersedot untuk menyelesaikan pekerjaan rutin di depan komputer. Seharusnya pekerjaan tersebut bisa selesai dalam jangka waktu sekitar dua hari, atau setidaknya tiga hari. Tapi entah mengapa, pekerjaan tersebut baru selesai pada hari keempat (mulai dikerjakan pada Senin 2 Maret 2009, seharusnya bisa selesai setidaknya hari Rabu, tapi kemudian baru selesai pada hari Kamis 5 Maret 2009).

Setelah pekerjaan tersebut rampung, sebenarnya aku mau rehat beberapa jam di kosan, eh … tiba-tiba abang sepupuku meneleponku. Ini kebetulan sedang berada di Jakarta untuk mengikuti semacam training yang ditugaskan oleh kantornya. Abang sepupuku ini adalah pegawai negeri di Departemen Agama Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Ia meneleponku demi meminta bantuanku untuk menanyakan sesuatu ke toko penjual isi ulang ulang tinta dan toner printer (ketika itu kira-kira pukul setengah dua siang).

Sebenarnya aku belum mau ngeblog Kamis siang tadi, karena beberapa hari ini aku sudah agak sering nge-blog. Selain mau beristirahat beberapa jam dulu, sebenarnya ada beberapa rencana (selain juga menulis) yang harus kulakukan. Tapi karena mendadak mendapat telepon dari abang sepupuku itu, akhirnya sekalian saja Kamis siang tadi aku pergi ke toko yang dimaksud tersebut dan kemudian singgah nge-net di warnet yang ada di dekat toko tersebut (nge-netnya kira-kira pukul 2 siang lewat beberapa menit sedikit).

Kebetulan baru baru pertama kali ini aku nge-net di warnet tersebut, tapi ternyata perkenalan pertama tak begitu menggoda, selanjutnya aku yang kecewa. Hal ini karena akses internetnya begitu lambat dibandingkan warnet langgananku. Tapi harus kuakui juga, perangkat audionya lebih bagus dibandingkan dengan warnet langgananku, serta agak lebih privasi. Kekecewaanku juga karena biaya rentalnya lebih mahal dibandingkan warnet langgananku, tidak sesuai dengan akses internetnya yang lambat.

Tadinya aku tertarik nge-net di warnet tersebut karena selain baru tahu ada warnet di tempat tersebut dan mau mencari suasana yang lain, juga karena harga rentalnya yang tertera di depan warnet tersebut cukup murah, yaitu 3000 rupiah satu jam (sedangkan warnet langgananku 3500 rupiah satu jam). Tapi seperti kukatakan, bahwa aku begitu kecewa. Setelah selesai nge-net selama 4 jam, ketika membayar, aku harus membayar 16 ribu rupiah. Artinya, harga yang tertera di depan warnet tersebut bohong belaka, karena sebenarnya harga rentalnya se-jam adalah 4000 rupiah.

Ketika keluar dari warnet (kira-kira pukul 6 sore), baru kusadari kalau belum makan siang. Karena itulah, sebelum pulang ke kosan, singgah dulu di warung makan langgananku. Entah makan apakah namanya ini. Makan siang sudah kesorean, atau makan malam terlalu awal. Di warung makan, lagi-lagi aku dirundung kecewa. Hal ini karena makanan yang kupesan kurang enak. Mungkin ini karena aku salah memilih lauk-pauknya. Hingga ketika itu di tengah laparnya perut, sepiring nasi yang ada di hadapanku tidak habis. Tak biasa-biasanya aku seperti itu. Tapi …, sudahlah. Kuakui hal tersebut adalah salahku sendiri memilih lauk, karena ternyata lauk yang kupilih tidak enak (mungkin sudah agak basi, rasanya berubah, dan entah apa namanya).

Selesai makan, langsunglah aku menuju kosan. Sampai di kosan kira-kira pukul 7 malam kurang sedikit. Mumpung belum azan Isya', aku pun langsung bergegas wudhu', kemudian langsung menunaikan Shalat Maghrib. Tadi sore, gara-gara kelamaan nge-net, akhirnya aku tidak Shalat Ashar. Karena itulah, aku tak mau Shalat Maghrib ini pun juga lalai dikerjakan.

Usai Shalat Maghrib, aku pun langsung mandi. Kebetulan badanku gerah sekali, padahal tadi cuacanya dingin. Pas keluar dari warnet tadi petang (Kamis petang), kulihat Ciputat barusan diguyur hujan. Ketika itu memang hujannya sudah reda, paling-paling hanya tinggal rintik-rintik hujannya saja.

Ah …, segarnya setelah selesai mandi. Badan memang masih pegal, tapi yang pasti gerahnya sudah sirna. Setelah berpakaian, beberapa saat aku nonton televisi dulu, ada beberapa orang temanku sih yang memang sudah nongkrong di depan media elektronik tersebut. Jam-jam segini biasanya acara televisi adalah sinetron, paling-paling hanya beberapa stasiun televisi yang acaranya agak berbeda seperti serba-serbi seputar PEMILU.

Mungkin hanya sekitar setengah jam aku menonton televisi, acaranya tak terlalu menarik untukku. Bahkan acara seputar PEMILU nya pun tak terlalu menarik untuk diikuti. Acara Suara Anda di Metro TV kalau tidak salah menampilkan seputar PDI-P yang entah apa ketika itu bahasannya (mungkin mengenai iklan PDI-P selaku partai oposisi yang terlalu muluk-muluk menjanjikan perubahan ini dan itu). Sedangkan TV One acaranya adalah Debat Partai, yaitu debat antara Partai Demokrat dengan PKS. Ah …, dua-dua acaranya tak menarik untukku.

Masuklah aku ke kamar, lantas langsung menghidupkan komputer (PC) kesayanganku. Masih terlihat sisa-sisa bekas pekerjaanku tadi siang (Kamis siang). Berantakan banget sih nggak, namun … yah begitulah kamar seorang bujangan. Anda mungkin bisa mengerti sendirilah keadaannya.

Di depan komputer, tadinya aku mau langsung menulis. Tapi entahlah …, pikiranku tiba-tiba buntu. Keran kata-kataku seperti tersumbat dan tersendat ketika itu. Tapi aku tak mau diam saja. Komputer sudah dinyalakan, masa' sih dipelototi saja. Nulis dong … nulis! Gerakkan jari-jarimu itu …!

Aaahhh …, semakin kupaksakan, semakin tak bisa kutuliskan kata-kata.

Akhirnya, aku memeriksa beberapa file saja, membaca tulisan-tulisanku yang sudah dipublish di blog, membaca tulisan tentang kiat-kiat menulis, dan entah apa lagi ketika itu.

Ketika memeriksa file, aku pun ingat, karena tadinya aku juga berencana untuk menandai beberapa tulisan dari Buku Ensiklopedi Nurcholish Madjid yang sudah dipopublish di blogku. Karena berupa kumpulan tulisan yang begitu banyak (mungkin jumlahnya ribuan), maka tulisan-tulisan dari Ensiklopedi Nurcholish Madjid yang akhir-akhir ini rutin aku publish di blog harus ditandai, yang mana yang sudah dipublish dan yang mana yang belum dipublish. Maksudnya, biar kalau mau mempublish lagi aku tidak bingung memilah-milah antara tulisan yang sudah dipublish dengan yang belum.

Komputerku akhir-akhir ini agak suka ngadat dan lambat jalannya. Hal ini mungkin kaena ada virus yang sudah menyelinap di komputer kesayanganku. Kalau menyimpan (saving) file di flashdisk, kadang begitu lambat jalannya.

Eh …, ternyata benar saja. Beberapa file entah mengapa tak bisa dibuka. Entah ini karena apa. Untungnya, di komputerku ada backup-an file-file yang error tersebut.

***(Aku kini begitu ngantuk. Takkan ada sesuatu yang baik jika dilakukan dengan cara serampangan)***. Tulisan di dalam kurung ini kutulis ketika mataku ngantuk. Di kertas yang kutulis tak terlalu jelas terbacanya, tapi mungkin seperti itulah yang dapat terbaca olehku. Entah setan atau malaikat mana yang melintas di pikiranku ketika menulis kata-kata tersebut, tanganku menulis, tapi aku sudah di luar kesadaran, antara sadar dan tidak, antara terjaga dan tidak.

Nah, kalau kata-kata yang di bawah ini kutulis ketika aku sudah benar-benar sadar dan terjaga.

Aku kini mau tidur dulu. Besok baru nulis lagi. Bye … hwaaah (sambil mulutku nguap, kepalaku puyeng, kulihat jam di HP menunjukkan pukul 3 dinihari). [*** Hanafi Mohan ***]


** Catatan:
Tulisan di atas ditulis ketika aku sedang berada di Warung Indomie. Tulisan ini tergores ketika aku bingung mau menulis apa. Karena aku begitu laparnya saat itu, maka akupun pergi ke Warung Indomie, tak lupa kubawa alat tulis berupa pulpen dan kertas. Ternyata ketika di Warung Indomie lancar saja aku menulis. Cukup lama juga aku berada di Warung Indomie tersebut yaitu kira-kira 1 jam lebih sedikit, yaitu dari jam setengah dua dinihari hingga setengah tiga dinihari lewat sedikit. Entah mengapa, aku jadi begitu lancarnya ketika menuliskannya. Aku berhenti menulis hanya karena penjaga toko Indomienya sudah mau tutup. Kemudian beberapa paragraf akhir dari tulisan ini ditulis ketika aku sudah berada di kosan.


*** (Ditulis di Ciputat pada hari Jum'at 6 Maret 2009 -- Pukul 01.33 – 03.03 WIB dinihari. Diketik ulang dengan beberapa catatan tambahan dan editing yang agak longgar pada hari Jum'at, 6 Maret 2009 mulai pukul 09.55 pagi hingga pukul 11.07 siang WIB)
Reaksi:

1 ulasan:

  1. BANYAK PARTAI BIKIN BINGUNG

    Sudah menjadi pedoman hatiku, bahwa dalam pemilihan umum 2009 kita harus menentukan pilihan secara bijaksana. Tapi semua partai peserta pemilu, tiada kupandang tinggi, semua sama tak sapun mendapat keistimewaan.

    Karena bingung, aku membuat suatu undian. Di atas sekelumit kertas kutulis nama-nama partai. Akhirnya kertas itu kugulung sama serta kumasukkan dalam sebuah kotak kosong, yang kemudian kugoncang-goncangkan.

    Dengan mata terpejam kuambil sebuah diantara gulungan-gulungan kertas itu. Ketika gulungan itu sudah kukembangakan, kubuka mataku secara perlahan-lahan. Jantungku turut berdebar keras, Ketika salah seorang di antaranya memperoleh kemenangan.

    Ketahuailah… bahwa yang berhasil memperoleh kemenangan adalah……………………………

    inilah gambaran bimbang masyarakat, apa yang dijanjikan partai politik tak jua mencapai biduk kebahagiaan.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    BalasHapus