Senin, 17 September 2007

Sesuatu Yang Begitu Dekat


Apakah sebenarnya sesuatu yang begitu dekat pada diri kita? Apakah sahabat kita? Apakah kekasih kita? Apakah orang tua kita? Apakah harta kita? Apakah jabatan kita? Atau apakah anak keturunan kita?

Ya …, semuanya memang telah begitu dekat dengan diri dan kedirian kita. Baik kita sadari atau tidak, semuanya memang sudah begitu dekat dengan kehidupan kita, bagaikan aliran darah yang mengalir dalam tubuh ini, bagaikan denyutan nadi, dan bagaikan detakan jantung yang menentukan hidup dan mati kita, serta bagaikan tarikan dan hembusan nafas yang selalu setiap saat mengiringi hidup dan kehidupan kita.

Tapi, apakah memang benar semuanya itu sangat begitu dekat dengan diri kita?

Pada prinsipnya, makna “dekat” itu adalah bahwa semua yang akan datang itu selalu “dekat”. Kita bandingkan, satu menit dibandingkan dengan satu jam itu cepat. Satu jam dibandingkan dengan satu hari itu cepat. Satu hari dibandingkan dengan satu minggu itu cepat. Satu minggu dibandingkan dengan satu bulan itu cepat. Satu bulan dibandingkan dengan satu tahun itu cepat. Satu tahun dibandingkan dengan ajal kita itu cepat. Ajal kita dibandingkan dengan kiamat itu cepat.

Datangnya kiamat itu orang hanya bisa menduga bahwa itu tidak lebih dari satu hari, yang itu bisa dikatakan cepat (dekat). Ketukan jam dinding memang menunjukkan waktu, yaitu waktu yang disepakati oleh manusia sebagai kesamaan sistem yang dipergunakan di setiap jengkal tanah planet yang bernama bumi. Tetapi itu bukanlah waktu yang sebenarnya. Mengapa? Karena ketukan jantung kitalah waktu yang sebenarnya itu. Jadi, semua yang bakal datang itu cepat. Cepatnya tak pernah dapat kita duga. Baik itu kematian, ataupun akhir alam semesta ini. [Aan]


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hanafi Mohan
Ciputat, Rabu 5 September 2007
Pukul 23:32 WIB

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Sumber gambar: http://dadiapik.blogspot.com/

Tulisan ini dimuat di: http://hanafimohan.blogspot.com/

Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar