Rabu, 07 Maret 2012

Deru Deram


Hening,
Tak sangka tak duga tak kira
Mengalir arus darilah hulu
Deras, kadangkala lambat
Pelan gelayuti masa
Syahdu menghantami persada

Cekam,
Nyanyi lirih meruap-ruap
Gelegak senandung irama Nazam
Ghazal bersahut-sahutan dengan rentak Marwas
Bercakap-cakap mengurai zaman
Tika belia sejadi-jadi
Tawa riang tak rasa beban

Deru deram,
Gelumbang pasang menghantam-hantam
Sebongkah karang pun berderai-derai
Mengharu biru laman di tepi jalan
Alah diterjang pawana taufan
Geletar bibir tulang tertanggal

Remuk redam,
Tertujah kelewang murka dari belakang
Tersunjam-sunjam kalam jasad
Hingga padamlah cahaya yang selama ini berpinar

Hilang,
Di tengah hari, di tengah malam
Musnah ditelan badai [~]


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Hanafi Mohan
Tanah Betawi, Selasa 27 September 2011
(di tengah malam)

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Puisi ini sebelumnya telah dijadikan Tweet pada Twitter @hanafimohan dengan HashTag: #Deru_Deram

Sumber Gambar: http://www.arto-mega.com/

Puisi ini dimuat di: http://hanafimohan.blogspot.com/




Reaksi:

2 ulasan:

  1. Balasan
    1. @Faliq Awang,

      sunjam : tersunjam = jatuh terjungkir (kepalanya di bawah); terjunam; terhunjam. (silakan cek di KBBI).

      Rata-rata kosakata Bahasa Melayu di tempat kami ada termaktub di dalam KBBI, kata-kata yang mungkin tak familiar di lidah orang-orang Jakarta dan Pulau Jawa secara umum. Kata-kata tersebut adalah kata-kata yang setiap hari familiar kami ucapkan.

      Hapus