Rabu, 07 Januari 2009

Spirit 'Asyura untuk Bangsa Palestina

Beberapa hari lagi, ‘Asyura (10 Muharram) akan datang. Di Indonesia, hari yang satu ini mungkin tak terlalu dianggap istimewa. Paling-paling hanya di beberapa daerah yang dirayakan cukup istimewa, karena sudah menjadi tradisi daerah tersebut. Beberapa daerah lain juga merayakannya, namun lebih seringnya berupa perayaan yang sederhana, hikmat, dan jauh dari hiruk-pikuk perlawanan. Lain halnya di beberapa wilayah Timur Tengah (terutama yang mayoritasnya adalah penganut Syi’ah), ternyata Hari ‘Asyura dirayakan dengan spirit perjuangan, perlawanan terhadap kezaliman penguasa dan penjajah, penuh dengan darah dan pengorbanan.

Spirit ‘Asyura inilah yang telah mengobarkan Revolusi Iran. Hal yang sama juga menginspirasi para pejuang di Iraq dan Afghanistan untuk terus melakukan perlawanan terhadap kezaliman dan penjajahan yang hingga kini masih mendera negeri mereka. Mudah-mudahan spirit Asyura juga menjadi salah satu landasan perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih terjajah di negeri tumpah darah mereka sendiri oleh Bangsa Israel. Israel merupakan bangsa barbar dan nomaden yang dari dulu hingga kini tak pernah memiliki negeri sendiri.

Jika membayangkan apa yang terjadi dengan Bangsa Palestina kini, mungkin kita juga bisa membayangkan apa yang terjadi dengan pasukan Imam Husayn ibn Ali ibn Abi Thalib (cucu Rasulullah) yang dibantai di Karbala-Iraq oleh pasukan Yazid ibn Muawiyah. Jumlah pasukan Imam Husayn hanya kurang lebih 70 orang, sedangkan pasukan pembantainya berjumlah 30.000 orang. Inilah perang yang tidak seimbang.

Apa yang terjadi di Karbala pada masa lalu, kini terjadi lagi di Negeri Palestina. Sejarah memang selalu berulang. Genangan darah sepertinya tak pernah mau kering di negeri para nabi ini. Semoga kedamaian akan segera diraih oleh Bangsa Palestina.

Pada Hari ‘Asyura, di Iran kita akan mendengar teriakan, “Kullu yaumin ‘Asyura, Kullu Syahrin Muharram, Kullu Ardhin Karbala” (Setiap hari adalah ‘Asyura, setiap bulan adalah Muharram, dan setiap tempat adalah Karbala). [Hanafi Mohan/7 Januari 2009]
Reaksi:

0 ulasan:

Poskan Komentar